Wednesday, January 21, 2009

Bakery-Bakery di Bogor Berkembang Pesat Menampung Turis

Sebenarnya jarak kota Bogor dari Jakarta yang sekitar 60 km dan dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil dari Jakarta relatif dekat bagi masyarakat Jakarta. Namun kemacetan yang selalu mengepung ibukota membuat masyarakat tidak bisa setiap saat menikmati kota Bogor. Kecuali pada saat akhir pekan dan hari libur nasional, maka berjubellah masyarakat ibukota bertetirah di kota hujan tersebut. Angkutan kota yang memadati setiap jengkal jalan dan kehadiran pedagang kaki lima yang menyebar sempurna memang salah satu kekurangan kota ini. Selain itu suasana kota yang dulunya sejuk dan asri, belakangan ini terasa semakin panas dan mulai cenderung berpolusi.

Kota berpenduduk sekitar 820 ribu jiwa ini sebenarnya memiliki kekayaan kuliner yang bagus. Selain kekayaan pohon tua dan Kebun Raya serta Istana Presiden Bogor yang terkenal, coba saja kita sebut kata-kata berikut : asinan bogor, talas bogor, laksa bogor, soto mie bogor, toge goreng bogor, ngohiang bogor, ketupat tahu bogor, roti unyil bogor, macaroni panggang bogor, dan masih sederet panjang lagi aneka makanan yang pas bersanding dengan nama kota ini karena ciri khasnya. Maka tak heran turis-turis dari Jakarta atau kota lainnya kalau bertandang ke Bogor, selalu menyempatkan diri menikmati aneka panganan khas kota hujan ini.
Turis yang datang ke Kota Bogor memang punya pilihan berbagai tempat tujuan menarik di kota seluas 11.850 hektar ini. Selain mengunjungi Kebun Raya, sekarang ini berbagai factory outlet yang menjual busana, tas dan sepatu juga menjamur. Belum lagi kehadiran berbagai café, resto dan tentu saja bakery-bakery.
Kota Bogor belakangan juga semakin menjadi pilihan untuk tempat tinggal, karena relatif bebas banjir. Berbagai perumahan baru terus hadir meramaikan perumahan yang sudah hadir puluhan tahun lalu. Pertambahan jumlah penduduk memang semakin meningkat dan diimbangi dengan semakin banyaknya perumahan baru tersebut. Belum lagi kehadiran mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi seperti IPB dan pelajar berbagai SMU favorit di Bogor juga menyumbang penambahan populasi Bogor. Beberapa industri kimia dan farmasi juga membuka pabriknya di sekitar kota Bogor.
Selain itu wilayah sekitar Kota Bogor, yang berada dalam wilayah Kabupaten Bogor, semakin berkembang. Sebut saja daerah Sentul yang memiliki perumahan yang luas dan sirkuit balap. Kemudian daerah Ciawi dan Cibinong yang juga semakin ramai karena adanya industri. Semua area ini menyandarkan kebutuhan untuk konsumsinya ke kota Bogor, yang saat ini juga sudah memiliki berbagai mall dan trade center berukuran besar. Belakangan juga hadir hotel berbintang 4, berdampingan dengan Botani Square, yang akan semakin meramaikan kehidupan pariwisata dan konvensi di kota tersebut. Melihat semua kondisi di atas, maka tidak pelak lagi Kota Bogor memiliki daya tarik bagi berkembangnya usaha makanan secara umum dan bakery khususnya.

2 comments:

Theresia P. said...

Yth. Bp. Petrus Gadamana,

Ada yang ingin saya tanyakan, bagaimana caranya supaya bisa "nongol" di Bakery Indonesia Magazine?

Saya ingin memperkenalkan toko Bakery and Cake yg dimiliki oleh adik saya yang berlokasi di daerah Jembatan Lima , Jakarta Barat.
Adapun nama tokonya adalah PINK DOT, telp : 630-5561, pemiliknya bernama Agnes Puspasari.

Kalau tidak keberatan boleh juga diperkenalkan training2 yg berguna untuk perkembangan usaha bakerynya.

Terima kasih sebelumnya atas perhatiannya.

Best regards,
Theresia

Roti Bogor said...

Yth, Bpk. Petrus Gadamana,

Pak, bagaimana cara bisa masuk di Bakery Indonesia Magazine?,

Saya ingin memperkenalkan toko Bakery & Cake yang saya miliki, namanya : Bom Bom Bread, di Jl. Padasuka, Bogor.

Kalau tidak keberatan bisa diperkenalkan trik,tips untuk menunjang perkembangan usaha Bakery saya.

Sebelum & sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Salam,
tr