<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962</id><updated>2011-07-28T19:15:24.506-07:00</updated><category term='Pempek Palembang'/><category term='Bread Encyclopedia'/><category term='Soup'/><category term='Branded'/><category term='Breadtalk'/><category term='Eaton Bakery'/><category term='Branding Everything'/><category term='Pentingnya Branding yg Tepat'/><category term='Roti Go'/><category term='Enjoy Bakery Joy'/><category term='Kulinari Fenomenal'/><category term='Holland Bakery'/><category term='Bogasari'/><category term='Krispy Kreme'/><category term='City Branding'/><category term='J Co Donuts'/><category term='Brand Architecture'/><category term='Tan Ek Tjoan'/><category term='Branding Usaha Kecil'/><category term='Bakery Indonesia'/><category term='Japan'/><category term='Petrus Gandamana'/><category term='Venus Bakery'/><category term='Roti Boy'/><category term='Miso'/><category term='Bakery-Bakery Bogor Berkembang Pesat'/><category term='Miso Soup'/><title type='text'>Gandamana's, Petrus Gandamana</title><subtitle type='html'>Petrus Gandamana, Managing Director PT. Market Research Partner Indonesia, shared his ideas, writting and experience to people who interested in marketing, food business and business opportunities in Indonesia.
He's also the Chief Editor of Bakery Indonesia Magazine that will be distributed to thousands of bakeries all over Indonesia and for general public readers</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-2859522275289627499</id><published>2010-07-13T20:07:00.000-07:00</published><updated>2010-07-13T20:13:36.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Bakery Joy'/><title type='text'></title><content type='html'>Bakeri Joy &lt;br /&gt;No. 4 SS 24/13, Taman Megah 47301 Petaling Jaya, Selangor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bakery yang meninggalkan kesan mendalam saat kunjungan BAKERY INDONESIA ke Kuala Lumpur akhir Januari 2010 lalu adalah Bakeri Joy. Pertama nuansa eksterior gerai terasa sekali style Cina Peranakannya, dimana unsur kayu menjadi sign board usaha bakery tersebut. Berikutnya saat memasuki gerai bakery, kita akan disambut oleh susunan interior Cina Peranakan yang kuat, seperti lemari kayu tempat memajang berbagai kue kering, meja kayu dan kursi juga etalase kayu yang terkesan kuno, dimana berbagai produk bakery dipajang. Sang pemilik, Margaret Tan, yang ramah, sangat terbuka dan supel menyambut kami dengan antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margaret terlihat tampak sangat erat hubungannya denga Annie dari Puratos Malaysia. Mereka terlihat sudah seperti saudara, dimana Annie dengan tidak segan-segan ikut membantu Margaret di dapurnya. Asisten Margaret dalam produksi, ternyata seorang ibu dari Lumajang, Jawa Timur, yang sudah bekerja dengannya selama 30 tahun. Pantas saja sang asisten yang berwajah Jawa itu, sangat fasih berbicara dengan pengunjung dalam bahasa Hokkian dan Mandarin. Kami sampai terperangah melihat kefasihannya berbicara dalam bahasa Hokkian saat berceloteh dengan pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera memesan produk andalan Bakeri Joy, yaitu whole meal toast bread yang di atasnya dioleskan oleh selai srikaya nan tebal. Saat disantap, crumb roti terasa garing dipinggir namun lembut di tengah. Selai Ssrikaya racikan Margaret terasa creamy, tidak terlalu manis dan tidak meninggalkan rasa enek saat after tastenya. Margaret memberi kami perbandingan selai srikaya buatan pabrik, dan memang harus diakui selai srikaya buatan Margaret terasa kelas kualitasnya jauh berada di atas. Viskositasnya yang pas menandakan bahwa Margaret hanya memakai bahan kelas satu dengan teknik olahan yang spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluarga saya memang sejak lama sudah bergerak di bidang bakery. Bakeri Joy kami buka 13 tahun lalu bersama kakak lelaki saya, yaitu Joy Tan,” Margaret menjelaskan. Resep-resep aneka produk di Bakeri Joy adalah resep keluarga yang terjun di usaha bakery saat tahun 1978. Margaret memutuskan membuka usaha sendiri karena ingin mengambil model bisnis yang berbeda dengan usaha keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalan berikutnya dari Bakeri Joy adalah Cheesetart / egg tart. Ini adalah best selling item di bakery yang terasa homy tersebut. Egg tart dengan filling krim cheese yang lembut dan kuat after taste kejunya ini ditabur dengan topping jam blueberry yang menarik.” Kejunya saya olah khusus lagi walaupun bahan baku keju Philadelphia Cheese ini aslinya sudah enak. Saya masih berikan topping blueberry agar anak-anak suka,” papar Margaret. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja banyak yang jatuh cinta. Diantaranya salah satu taipan top dari Malaysia, kalau saat ulang tahun akan memesan sekitar 15.000 boks egg tart andalan Margaret tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalan lain dari Bakeri Joy adalah kue nastarnya, yang mana filling nanas Nampak di luar dan digulung oleh adonan kuenya. Remah kue nastar terasa renyah dan filling nanas terasa orisinalitas rasa buah nanasnya dan moist. Pesanan nastar ini mengalir dari berbagai penjuru bahkan sampai dibawa ke Inggris, Australia dan Thailand. Beberapa produk lain yang dibuat Margaret adalah Walnut pumpkin, dan lapis legit. Khusus untuk lapis legit, style yang dibuat sudah menyesuaikan dengan selera orang Malysia, tidak sama dengan style orang Indonesia. Margaret menyajikan teh panas yang dibuatnya sendiri untuk menemani kami menikmati nastarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerai Bakeryi Joy dibuka sejak pukul 06.30 pagi dan tutup pada pukul 21.00. Pembeli juga bisa memesan bihun goreng bumbu tom yam dengan taburan ebi yang special. Saat ini Margaret juga memiliki usaha Baking Solution Center bernama Bagus yang berada di Shah Alam, di Damansara dan di Klang serta di Kajang. Semangat Margaret yang tinggi terwujud dalam berbagai bisnisnya, namun dia tetap berpenampilan sederhana dan sangat hangat saat menyapa para tamu dan langganan yang dilayaninya langsung. Celoteh sang asisten yang orang Jawa Timur dalam bahasa Hokkian dengan para pelanggan menyelinap diantara samar-samar suara hujan di luar dan keasyikan kami mengunyah egg tart keju dari Bakeri Joy.  (PG)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-2859522275289627499?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/2859522275289627499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=2859522275289627499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/2859522275289627499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/2859522275289627499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2010/07/bakeri-joy-no.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-7485231514504551240</id><published>2010-07-13T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-07-13T20:07:39.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bread Encyclopedia'/><title type='text'></title><content type='html'>Bread Encyclopedia&lt;br /&gt;Bread Classification in the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis roti yang hadir di berbagai belahan di dunia terjadi bukan karena tanpa direncanakan. Namun sangat sulit mengklasifikasikan roti menurut tipenya karena warisan dunia ini memiliki sejumlah factor pembentuk seperti geografi, iklim dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PITA BREAD&lt;br /&gt;Pita bread atau roti Arab adalah roti yang berasal dan banyak dikonsumsi di Arab. Roti ini pertama kali ditemukan di sebuah lembah antara sungai Efrat dan sungai Tigris. Area ini merupakan awal berkembangnya kebudayaan, pertanian dan tentu saja roti. Bentuk pita bread sebelum dipanggang adalah datar, namun saat dipanggang di oven batu permukaannya mengembang karena adanya penghantaran udara panas maupun saat bersentuhan dengan bara api. Pita bread termasuk lembut dan sangat sedikit diberi garam. Roti ini permukaannya tidak boleh terkoyak. Saat ini pita bread dikonsumsi di seluruh dunia dengan bentuk konsumsi sebagai sandwich oriental, dimana filling diisi di antara dua lapisan. Roti ini akan mengering dengan cepat dan harus disantap segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RYE BREAD&lt;br /&gt;Rye adalah khas dari Eropa Tengah dan Utara dan merupakan cereal yang dominan di region tersebut sejak lama. Kemudian dilakukan persilangan dan pengimporan dari berbagai negara sehingga penanaman tumbuhan ini menjadi lebih bervariasi, dan mengarah pada pengenalan gandum. Rye bread selalu memerlukan penggunaan bahan pemberi rasa asam (acidifier) untuk mencegah terjadinya lengket.  Rye bread sangat cocok dikonsumsi setelah jadi dua hari saat roti tersebut mulai mengering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGUETTE&lt;br /&gt;Asal muasal baguette tidak terlalu jelas. Namun melekat erat dengan negara Perancis, yang disukai karena bentuknya yang panjang dan ramping.  Setelah melewati waktu tertentu baguette akan bertambah panjangnya dan tingkat kerenyahannya (crustiness) dan untuk membedakannya dengan roti yang bundar yang bisa dibuat oleh para baker serta menjaga keawetan usianya dalam waktu lama. Pada abad ke 19, berat baguette tidak lebih dari 2 pound. Saat ini baguette dibuat untuk dikonsumsi di hari yang sama. Mereka jarang dibungkus. Para baker memanggang baguette setiap hari dengan mengutamakan pada kesegaran dan kerenyahan untuk usia produk yang lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHITE BREAD&lt;br /&gt;Roti ini merupakan roti khas Anglo Saxon. Walaupun tingkat produksi tertingginya ada di USA, namun asal dari keterkenalannya dari Ingrris. Saat ini white bread sudah diadopsi secara luas di seluruh Eropa Utara dan sering dimakan dengan dipanggang. Di USA kandungan gula dan lemaknya lebih tinggi. Faktor utama roti ini adalah kelembutannya. Negara-negara di Afrika yang berbahasa Inggris seperti Nigeria menyukai white bread yang sangat manis, adonan diremas dengan baik dan dipanggang pada suhu rendah. Lebih mengejutkan lagi, Jepang memegang rekor dalam konsumsi white bread, mencapai 60% dari total konsumsi roti.&lt;br /&gt;Pengaruh Geografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berabad-abad, penanaman cereal dipengaruhi sekali oleh kondisi iklim yang mengarah pada dasar pembentukan metode pembuatan roti menurut kondisi negara / area yang bersangkutan. Perkembangan budi daya pertanian di abad ke 20 seperti perubahan area penanaman gandum dan rye, seleksi varietas dan pertukaran bibit antar benua telah mendorong penyebaran praktek pembuatan roti dan mengarah pada perluasan macam / jenis roti yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Mixing ke Penyesuaian Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada banyak jenis roti yang bisa memenuhi selera konsumen. Perpindahan jenis roti dari satu negara ke negara lain dan perkembangan pertukaran antar negara telah berkontribusi terhadap penyesuaian budaya dimana roti tidak dapat menghindarinya, ini demi kebaikan kita tentunya. Jenis roti tertentu telah diekspor bersama dengan metode pembuatannya sekalian dan telah berasimilasi sepenuhnya atas kebutuhan dari tuan rumah dimana roti berada. Contohnya, baguette di Jepang, Turkish bread di Jerman dan ciabatta yang aslinya dari Itali tetapi sekarang dikonsumsi di sepanjang Eropa Utara. Bagaimana dengan bapao (steam bun) ? (PG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : The Taste of Bread, Lesaffre Technical Notebook.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-7485231514504551240?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/7485231514504551240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=7485231514504551240' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/7485231514504551240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/7485231514504551240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2010/07/bread-encyclopedia-bread-classification.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-7207579121049822846</id><published>2009-01-21T06:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T06:18:34.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakery-Bakery Bogor Berkembang Pesat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Bakery-Bakery di Bogor Berkembang Pesat Menampung Turis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya jarak kota Bogor dari Jakarta yang sekitar 60 km dan dapat ditempuh sekitar  1 jam perjalanan dengan mobil dari Jakarta relatif dekat bagi masyarakat Jakarta.  Namun kemacetan yang selalu mengepung ibukota membuat masyarakat tidak bisa setiap saat menikmati kota Bogor. Kecuali pada saat akhir pekan dan hari libur nasional, maka berjubellah masyarakat ibukota bertetirah di kota hujan tersebut. Angkutan kota yang memadati setiap jengkal jalan dan kehadiran pedagang kaki lima yang menyebar sempurna memang salah satu kekurangan kota ini. Selain itu suasana kota yang dulunya sejuk dan asri, belakangan ini terasa semakin panas dan mulai cenderung berpolusi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Kota berpenduduk sekitar 820 ribu jiwa ini sebenarnya memiliki kekayaan kuliner yang bagus. Selain kekayaan pohon tua dan Kebun Raya serta Istana Presiden Bogor yang terkenal, coba saja kita sebut kata-kata berikut : asinan bogor, talas bogor, laksa bogor, soto mie bogor, toge goreng bogor, ngohiang bogor, ketupat tahu bogor, roti unyil bogor, macaroni panggang bogor, dan masih sederet panjang lagi aneka makanan yang pas bersanding dengan nama kota ini karena ciri khasnya. Maka tak heran turis-turis dari Jakarta atau kota lainnya kalau bertandang ke Bogor, selalu menyempatkan diri menikmati aneka panganan khas kota hujan ini.&lt;br /&gt;Turis yang datang ke Kota Bogor memang punya pilihan berbagai tempat tujuan menarik di kota seluas 11.850 hektar ini. Selain mengunjungi Kebun Raya, sekarang ini berbagai factory outlet yang menjual busana, tas dan sepatu juga menjamur. Belum lagi kehadiran berbagai café, resto dan tentu saja bakery-bakery.&lt;br /&gt;Kota Bogor belakangan juga semakin menjadi pilihan untuk tempat tinggal, karena relatif bebas banjir. Berbagai perumahan baru terus hadir meramaikan perumahan yang sudah hadir puluhan tahun lalu. Pertambahan jumlah penduduk memang semakin meningkat dan diimbangi dengan semakin banyaknya perumahan baru tersebut. Belum lagi kehadiran mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi seperti IPB  dan pelajar berbagai SMU favorit di Bogor juga menyumbang penambahan populasi Bogor. Beberapa industri kimia dan farmasi juga membuka pabriknya di sekitar kota Bogor.&lt;br /&gt;Selain itu wilayah sekitar Kota Bogor, yang berada dalam wilayah Kabupaten Bogor, semakin berkembang. Sebut saja daerah Sentul yang memiliki perumahan yang luas dan sirkuit balap. Kemudian daerah Ciawi dan Cibinong yang juga semakin ramai karena adanya industri. Semua area ini menyandarkan kebutuhan untuk konsumsinya ke kota Bogor, yang saat ini juga sudah memiliki berbagai mall dan trade center berukuran besar. Belakangan juga hadir hotel berbintang 4, berdampingan dengan Botani Square, yang akan semakin meramaikan kehidupan pariwisata dan konvensi di kota tersebut. Melihat semua kondisi di atas, maka tidak pelak lagi Kota Bogor memiliki daya tarik bagi berkembangnya usaha makanan secara umum dan bakery khususnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-7207579121049822846?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/7207579121049822846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=7207579121049822846' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/7207579121049822846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/7207579121049822846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2009/01/bakery-bakery-di-bogor-berkembang-pesat.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-3001730640391018925</id><published>2008-07-22T09:22:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T09:56:05.990-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Komunitas Bakery Indonesia yth,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 12 Juni 2008 telah diluncurkan secara resmi majalah satu-satunya dan pertama di Indonesia yang berfokus pada trend dan bisnis usaha bakery yaitu Majalah Bakery Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran majalah Bakery Indonesia di Kafe Galeri Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, dihadiri oleh berbagai media pers dan para pengusaha bakery maupun para pengusaha bahan dan mesin-mesin pembuat roti dan kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memeriahkan suasana peluncuran dilaksanakan talkshow yang menampilkan Thomas Darmawan selaku Ketua GAPMMI, Jahja Angkawidjaja pengusaha Maxim Bakery dan Avanti Fontana PhD, pengajar di MM UI dan Innovation Coach. Mereka membagikan ilmu, pengetahuan, data dan kiat dalam melalui tantangan usaha bakery yang cukup berat di tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tanggapan dari para pengusaha bakery, supplier ataupun pejabat pemerintah yang hadir membuat suasana talkshow semakin meriah dan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Bakery Indonesia yang hadir sebulan sekali dapat diperoleh di toko buku Gramedia, Gunung Agung, Kharisma maupun di toko bahan kue terkenal seperti PD Rossy, San Merio Kelapa Gading, Youk's Bogor, Kijang Mas di Bandung dan Arvian di Surabaya. Harga majalah premium dengan kualitas cetakan deluxe ini Rp 29.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto yang ditampilkan sangat elegan dan berfokus pada produk yang difoto daripada hiasan-hiasan yang cantik. Namun yang paling utama informasi yang dihadirkan sangat berguna bagi para pengusaha Bakery maupun profesional baker. Dengan tebal 68 halaman, maka majalah ini terlalu berharga untuk dilewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terbit edisi bulan Juni 2008 dengan isi mengenai persaingan bakery-bakery top di Kelapa Gading, aneka oriental bread, resep lapis legit kuno dari Hadi Tuwendi yang kemungkinan gagalnya rendah, resep pao mungil dari Lucy Baking Course, liputan langsung dari FHA 2008 Singapore dan Kisah Bengkel Koeweh Weiner di jalan Kramat II no 2 yang telah ada sejak tahun 1936.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi bulan Juli 2008 yang menghadirkan fenomena Roti Sehat / Healthy Bread, persaingan seru bakery top di Jakarta Selatan, aneka resep roti sehat oleh Heru Laksana dan Koko Hidayat serta artikel apa itu roti sehat dari penulis pengajar Teknologi Pangan IPB. Tidak ketinggalan Avanti Fontana, pakar inovasi di Indonesia membagikan ilmunya mengenai kiat inovasi di usaha bakery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan hadir di bulan Agustus 2008, aneka mooncake dari Lanny Soechan, roll cake dan roll bread dari Koko Hidayat, liputan bakery-bakery top di Bandung. Tidak ketinggalan akan hadir hasil mystery shopping oleh team MRP Indonesia mengenai kualitas pelayanan top 10 bakery Jakarta. Juga artikel mengenai sekolah-sekolah kuliner di Jakarta dan Bandung mempersiapkan para calon profesional baker dan pengusaha bakery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lewatkan setiap edisi yang ada, dengan berlangganan secara reguler. Segera hubungi PT. Media Komunikasi Bumimakmur Indonesia di 021 82497749, atau 021 331 09809 untuk informasi lebih lanjut. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-3001730640391018925?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/3001730640391018925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=3001730640391018925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/3001730640391018925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/3001730640391018925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2008/07/komunitas-bakery-indonesia-yth-pada.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-7797495004770877054</id><published>2008-02-18T04:25:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T04:34:00.140-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dear Important People,&lt;br /&gt;Please, spare your valuable 5 minutes to learn our proposal and you will get a lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am Petrus Gandamana, Managing Director of PT. Market Research Partner Indonesia.&lt;br /&gt;I would like to introduce you some of our services, soft skill training programs. Our other important service is Market Research and Consultation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We studied a lot of companies focusing their efforts more on production, selling and marketing but at some point they stucked in the middle. What happened? They forget to upgrade their abilities and apply learning culture to compete in the market.&lt;br /&gt;It is aknowledged that well-trained people are confident and be ready to overcome difficult situation ahead. This kind of high-calibre people are valuable capital in your company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Because Staying competitive is the Key to Sustainability&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Training your staff, keeping them motivated and up-to-date with industry trends and new technologies is essential to achieving that goal.&lt;br /&gt;Staff benefit too, learning new skills and becoming a valued asset in any organization.&lt;br /&gt;Training brings direct benefits to business and can be calculated as a return on investment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;What Are the Benefits of Training ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;the following information is required for metadata purposes, please ignore. [title]Benefits of training[/title] [summary]&lt;br /&gt;Staying competitive is the key to sustainability. Training your staff, keeping them motivated and up-to-date with industry trends and new technologies is essential to achieving that goal.&lt;br /&gt;Staff benefit too, learning new skills and becoming a valued asset in any organisation. Training brings direct benefits to business and can be calculated as a return on investment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both international and national research indicates that the increase in labour productivity resulting from targeted training can yield a return on investment of more than 30 per cent. Researchers use sophisticated statistical techniques to measure performance before and after the training in order to evaluate its impact.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Staff Retention&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Training increases staff retention which is a significant cost saving, as the loss of one competent person can be the equivalent of one year's pay and benefits. In some companies, training programs have reduced staff turnover by 70 per cent and led to a return on investment of 7,000 per cent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Staying Competitive&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Businesses must continually change their work practices and infrastructure to stay competitive in a global market. As well as impacting on business profit margins, training can improve:&lt;br /&gt;staff morale and satisfaction&lt;br /&gt;'soft skills' such as inter-staff communication and leadership&lt;br /&gt;time management&lt;br /&gt;customer satisfaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;New Business Opportunities&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Trained and motivated staff who understand the specifics of your business operations, are a sustainable competitive advantage. They will give your business the competitive edge by:&lt;br /&gt;increasing productivity and standards in production, therefore boosting your business reputation&lt;br /&gt;being able to undertake a greater variety of work and therefore allow you to expand or open up new markets&lt;br /&gt;allowing you to bid for more specialised, high value contracts&lt;br /&gt;assisting you to meet business objectives faster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Improved Staff Attitude and Morale&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;People enjoy learning when the material is relevant to their interests and many will be eager to apply their new skills and knowledge in practical situations.&lt;br /&gt;Staff who possess diverse skills are generally more satisfied and positive in their jobs. This decreases the occurrence of work-related stress and improves the overall work environment.&lt;br /&gt;By investing in their training, staff often feel:&lt;br /&gt;their employer has confidence in them to do the job&lt;br /&gt;the business values them and is giving something back over and above wages.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a result, employees will become self-starters and develop further competencies such as leadership and teambuilding and be more willing to undertake further training.&lt;br /&gt;Training is also a perfect opportunity for employers to get to know their staff better, and for staff to develop stronger working relationships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Staff turnover and recruitment&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Staffs who receive ongoing training are more likely to commit to their employers because :&lt;br /&gt;completion of the training develops their careers&lt;br /&gt;the training enables them to take on greater responsibility and higher paid work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To retain an edge over their competitors, organisations have to keep abreast of industry changes, technological advances and new industry legislation.&lt;br /&gt;Nationally recognised training, which is continually reviewed and updated by industry and training experts, keeps your business up-to-date with the latest industry and global marketplace developments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;New business opportunities&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Trained and motivated staff who understand the specifics of your business operations, are a sustainable competitive advantage. They will give your business the competitive edge by:&lt;br /&gt;increasing productivity and standards in production, therefore boosting your business reputation&lt;br /&gt;being able to undertake a greater variety of work and therefore allow you to expand or open up new markets allowing you to bid for more specialised, high value contracts, assisting you to meet business objectives faster.&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Take advantage of new technologies&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Training is vital to stay ahead and take advantage of new information technologies, which play a crucial role in many organisations.&lt;br /&gt;Trained staff will prevent your business from suffering skill shortages in IT and all other areas relevant to your industry.&lt;br /&gt;Training is flexible and can occur with little disruption to your business. Vocational education and training can be delivered when and where it suits your business - after hours, on or off-the-job, and online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rodolfo de los Reyes MBA Ph.D (DR. Dups)&lt;br /&gt;Exclusive Trainer &amp;amp; Public Seminar Speaker of PT. Market Research Partner Indonesia, Communication, Sales, Personhood &amp;amp; Leadership Expert&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dr. Rodolfo ‘Dups’ de los Reyes has been a highly acclaimed professional and corporate trainer for the past 28 years for his practical, motivational, and enjoyable approach.&lt;br /&gt;His expertise covers :&lt;br /&gt;· Salesmanship&lt;br /&gt;· Self-Empowerment&lt;br /&gt;· Communication&lt;br /&gt;· Leadership and Management&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His clientele includes top multinationals (e.g. Citibank, Unilever, Glaxo Smith Kline, Sofitel Phil. Plaza Hotel, Novartis), top local corporations (e.g. Central Bank, San Miguel).&lt;br /&gt;Dr. Dups has been for the past eight years one of the most highly rated speakers (one of two regular Filipino resource persons and one of 20 international gurus) in the annual Asia-Pacific banking and hospital managers conventions held in various Asia-Pacific cities including Bangkok, Kuala Lumpur, Singapore, Jakarta, Taipei, Hong Kong, and Guam (USA)--- where he has also conducted his various training programs. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Dups, has been a top salesman in life insurance and multi-level networking, with several awards including Top Million-Peso Producer. He is also a public speaking champion, having won in both prepared speech and impromptu public speaking competitions (including the Toastmasters regional speech competition in 1983 in San Diego, California, USA).&lt;br /&gt;He has been president of Executive Toastmasters Club of Makati and vice-president of SMEI (Sales and Marketing Executives International).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;He is also a prolific writer, having written business articles in various magazines and nine bestselling guidebooks to date on various topics (English usage, public speaking, salesmanship, and business writing).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;He is now managing director of his own business firm, RAdelosReyes Management Consultancy in Philippines.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;He taught business communication at the De La Salle Graduate School where he is now enrolled in graduate courses in counseling psychology and psychotherapy, and holds an MBA from the Ateneo Graduate School of Business (his thesis was on sales techniques of top Filipino salesmen). He is the first Filipino department chairman of English at the International School Manila, having an MA in literature from the University of the Philippines, where he also obtained his BA English, cum laude, as well as his PhD Communication (with a dissertation on corporate culture) in between his motivational speaking engagements in various professional organizations (e.g. Rotary International) and other international conventions.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;The programs of Dr. Dups in Indonesia are available now and can be attained through his exclusive representative here, which is PT. MRP Indonesia. Kindly contact us to get more detail and free presentation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Below are the companies where Dr. Dups had worked:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Current—since 2005, managing director of my own training and publishing firm, RadelosReyesManagement Consultancy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Latest:&lt;br /&gt;PROSEC 1976 up to 2005---first as executive vice president, then as corporate training consultant for sales and marketing, communication, leadership n management, and personal growth n motivation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Concurrent with PROSEC&lt;br /&gt;Multi-Level Networking with Golden Neo-Life Diamite (California, USA), then Amway (USA), then NuSkin (USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insular Life Assurance Corporation (the country’s oldest life insurance corporation)---1985 to 1987, 1991-1996, as topnotch life insurance underwriter (top 5 million peso producers)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabuhay Magazine (in-flight magazine of Philipine Airlines)---1991-1994 as contributing business features writer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International School of Manila----1971-1976 as English Department chairperson (the first Filipino) teaching English to Grade 12 students&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;University of the Philippines----1969-70, 1982-83 as English professor in the college level&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Romero Advertising and Associates---1970-71 as advertising account executive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLIENT LIST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overseas Clientele&lt;br /&gt;Asia Pacific Bankers’ Congress (organized by Options Inc.)&lt;br /&gt;Bogasari&lt;br /&gt;Glaxo Smith Kline&lt;br /&gt;Citibank (Taipei, Jakarta, Guam USA)&lt;br /&gt;Hospital Management Asia (organized by Options Inc.)&lt;br /&gt;P.T. Inti Salim&lt;br /&gt;Sanofi&lt;br /&gt;Unilever (Jakarta, Bangkok, Singapore, Malaysia)&lt;br /&gt;Sinar Mas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Philipines Clientele&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Personal/Self-Motivation&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Sales &amp;amp; Marketing&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;ACNielsen Ayala Land&lt;br /&gt;Century Park Hotel Bank of the Phil. Islands&lt;br /&gt;HP Invent Bayan Trade&lt;br /&gt;Dept. of Health B. Braun Medical Supplies&lt;br /&gt;Mandarin Hotel Boehringer Ingelheim&lt;br /&gt;Manila North Tollway Corp. China Bank&lt;br /&gt;Unilever Phils. HP Invent&lt;br /&gt;Edward Keller&lt;br /&gt;Equitable PCI Bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Communication&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Export &amp;amp; Industry Bank&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Vitarich Hotel Intercon&lt;br /&gt;Aboitiz IBM Phils.&lt;br /&gt;ACNielsen Insular Life&lt;br /&gt;Ace Saatchi Mandarin Hotel&lt;br /&gt;Asian Development Bank Manila Hotel&lt;br /&gt;AT &amp;amp; T Metrobank&lt;br /&gt;Atala Corp. Mimosa Golf &amp;amp; Country Club&lt;br /&gt;Bangko Sentral ng Pilipinas Peninsula Manila Hotel&lt;br /&gt;Boots Pharma Pepsi-Cola Bottlers Phils.&lt;br /&gt;Bristol Myers Philamlife Assurance&lt;br /&gt;Caltex Phils. Citibank Philippine Airlines&lt;br /&gt;Coca-Cola Export Philippine Savings Bank&lt;br /&gt;Contact World Rizal Commercial Banking Corp.&lt;br /&gt;Dev. Bank of the Phils. San Miguel Corp.&lt;br /&gt;Generali Pilipinas Skycable&lt;br /&gt;Intel Unilever Phils&lt;br /&gt;Insular Life Waterfront Hotels&lt;br /&gt;Land Bank of the Phils.&lt;br /&gt;La Tondena&lt;br /&gt;Link 2 Support &lt;strong&gt;Leadership/Management&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manila North Tollway Corp. Pilipinas Shell&lt;br /&gt;Novartis SolidBank&lt;br /&gt;Petron AstraZeneca&lt;br /&gt;Pilipinas Shell Dept. of Science &amp;amp; Technology&lt;br /&gt;Rizal Commercial Banking Corp. DCCD Engineering Corp.&lt;br /&gt;San Miguel Corporation Glaxo Smith Kline&lt;br /&gt;SC Johnson PCARRD&lt;br /&gt;USAID Philippine Ports Authority&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DR. DUPS’S LATEST HIGHLY-ACCLAIMED PROGRAMS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. MODERN-DAY EXECUTIVE ETIQUETTE FOR THE MANAGER&lt;br /&gt;This workshop reinforces the often taken-for-granted guidelines that govern behavior that is considerate, appropriate, and unobtrusive. The workshop traces the origins of etiquette and how it still applies to the modern world. For the manager, areas of focus will include common etiquette pitfalls, e.g. how much information can you really share, apologizing via email, the use of the cell phone. Other concerns include etiquette in travel and examples of cultural interaction.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2. MANAGING WITH EQ IN THE WORKPLACE&lt;br /&gt;The workplace involves people who are ruled by both the intellect and the emotions. Being an environment where change and emotional interface prevail, it is important that human emotions are well-managed. The manager is more effective if equipped with insights and strategies applying the four cornerstones of EQ: emotional literacy, congruence, depth, and alchemy. Dr Dups explains these four areas and helps each manager assess his or her EQ leadership skills with self-inventory exercises.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;3. HOW TO DEAL WITH DIFFICULT PEOPLE&lt;br /&gt;Work situations involve dealing with people day in and day out, and too often, in spite of the team spirit pervading in an organization, many unavoidable causes lead to conflicts which bring out the difficult behaviors of co-workers, clients, and suppliers. Because we produce results in business through people, it is best that any issues involving difficulty in human behavior be addressed. Dr. Dups has five strategies---professionally conceived and highly effective---that make us deal with difficult people, at work and elsewhere.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;4. HOW TO COMMUNICATE NEGATIVE MESSAGES&lt;br /&gt;This workshop tackles in detail how to communicate negative messages that are necessary and important for an organization to survive. If not managed well, such messages can cause irremediable conflict. One example is the typical message sent by auditors, who invariably become persona non grata to most people in the workplace owing to the bad news they have to convey. Other messages include announcing an unexpected price increase, or a performance appraisal that includes considerable negative feedback. Dr. Dups shares insights and strategies applicable to both written and spoken channels of communication.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. LEADERSHIP AND MANAGING CHANGE&lt;br /&gt;A five-day workshop that enhances leadership skills through a high level of confidence in managing change and crisis in unpredictable times. Strategies for commitment and servant leadership, with an EQ-based awareness of people, will be highlighted with exciting drills. Open to all leaders and persons who influence change and are subject to constant change. Highly acclaimed in international conferences in two-hour sessions since the late 90’s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. EFFECTIVE PRESENTATION SKILLS&lt;br /&gt;A three-days (24 hrs) of drill-intensive learning. Covers self-confident delivery with impact, organizing informative and persuasive presentations, audience rapport for adaptability and sensitivity, managing visual aids, and how to handle questions from all kinds of audiences. Has been successfully done for Citibank and Unilever Malaysia and Indonesia since 1988. Ongoing in Unilever Indonesia up to the present.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MANAGING PEOPLE&lt;br /&gt;A three-days (24 hrs) of dynamic exercises and modern insights on making people more productive. Focus is on the people aspect of management with an EQ-based awareness of people and how they grow from comfort to courage zones to optimize their potential. First run in Unilever Indonesia in 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. WIN-WIN NEGOTIATIONS&lt;br /&gt;A three-days (24 hrs) of fun-filled and thought-provoking strategic exercises on how to win in negotiations without losing the trust of the other party. Covers both quantitative and qualitative areas of negotiating. Given to management trainees and direct hires for Unilever Indonesia starting 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. EFFECTIVE MANAGERIAL SKILLS (with Time Management)&lt;br /&gt;A three-days (24 hrs) on the usual skills needed by a manager but with the unique focus on managing with the heart and not just the mind. Has been successfully done for Unilever Indonesia since 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. USING HUMOR FOR PROFIT&lt;br /&gt;A two-day workshop that enhances awareness of the value of humor in relationships and business. Focus will be on how to inject humor into presentations, use it approximately in conversations for more productive results by eliminating barriers, with a high-impact fun set of exercises and drills. Open to all level, especially leaders who need to model much enthusiasm for their followers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. YES WORKSHOP (YOU EMPOWER THE SELF)&lt;br /&gt;A four-days (32 hrs) of person-focused exercises and processing aimed at making managers more integrated and self-aware, authentic and congruent, with unconditional positive regard for others. Makes the manager more self-empowered and effective at work. Three successful runs in Unilever Indonesia since 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUIDEBOOKS&lt;br /&gt;Authored By: Dr. Rodolfo ‘Dups’ A. de los Reyes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;On English Usage (Grammar)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;WATCH YOUR (Business) ENGLISH&lt;br /&gt;How to write in clear and correct world-class English&lt;br /&gt;How to master top priorities in business usage&lt;br /&gt;How to improve grammar in the most enjoyable manner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Public Speaking and Presentation Skills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPEAK WITH BUTTERFLIES&lt;br /&gt;How to make stand-up presentations with impact!&lt;br /&gt;How to use voice and body language to your advantage&lt;br /&gt;How to win your audience and make sure your message is understood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Business Writing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WRITE RIGHT&lt;br /&gt;How to be concise and direct to the point&lt;br /&gt;How to organize a one-page email and correspondence&lt;br /&gt;How to finish a written message in the least amount of time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WRITE WIN-WIN&lt;br /&gt;How to write bad news messages and still keep the client&lt;br /&gt;How to write sales and management proposals that win the deal&lt;br /&gt;How to be positive and tactful with words and still be clear and direct&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WRITE FOR LONG&lt;br /&gt;How to write long reports and produce results&lt;br /&gt;How to write effective paragraphs&lt;br /&gt;How to present data in the most readable manner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Professional Salesmanship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSUADE WITH PASSION&lt;br /&gt;How to make persuasive sales presentations&lt;br /&gt;How to use power words and power body language&lt;br /&gt;How to sell with belief and enthusiasm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WOO, WHISPER AND WIN&lt;br /&gt;How to establish and maintain genuine rapport with clients&lt;br /&gt;How to listen with empathy and with less judgment&lt;br /&gt;How to handle objections and negotiate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOCUS YOUR DESIRE&lt;br /&gt;How to strategize to hit sales quotas&lt;br /&gt;How to manage time and win more prospects&lt;br /&gt;How to cope with stress and use effective work strategies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop / Training&lt;br /&gt;Valuable Investment Package&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Dups training programs are world class ones considering the big and multi-national company clients he had served. He is also one of the rare PhD that can deliver his sessions in a lively and enthusiast way. The training session is really an enjoying time with him, from beginning till last.&lt;br /&gt;The rate below is for one group of training session comprises maximum 25 people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;US$ 7,500 for 3 day program ( 8 hours/day incl. lunch time 1 hour)&lt;br /&gt;US$ 5,500 for 2 day program ( 8 hours/day incl. lunch time 1 hour)&lt;br /&gt;US$ 3,000 for 1 day program ( 8 hours/day incl. lunch time 1 hour)&lt;br /&gt;* The US$ rate based on Bank Central Asia TT Selling Rate on transferred date&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The length of training programs can vary depending on client needs (please see our detail programs below).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For participants beyond 25, the additional fee per head is US$ 150 per day is applied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All fees are to be settled net of tax, 10 % VAT should be added.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50% DP transferred to PT. MRP Indonesia bank account 15 days prior training program and the rest of 50% should be settled 5 days before training program schedule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transferred account : BCA Cabang Mandala Raya,&lt;br /&gt;Account Name : Ir. Petrus Gandamana, Account No. 398.106.0651&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please fax your bank transfer form to +62 21 4619032&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cancellation fee is 25% from total cost and will be deducted from DP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. MRP Indonesia provides the master copy of the workbook and the handouts, as well as the CD of training presentation visuals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The client corporation provides the venue, participants’ copies of the workbook and handouts, training equipment and materials (laptop/LCD, whiteboard, flip charts), as well as certificates of attendance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The above conditions are Jakarta &amp;amp; Greater Jakarta (Bogor, Bekasi, Tangerang) rates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For out-of-Jakarta and overseas venues, the appropriate premium fees shall still be submitted. The client corporation shall settle land trip arrangements (to and from the local airport, to and from the venue) as well as round trip local airplane fares and hotel accommodations for 2 persons (Dr Dups and assistant). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-7797495004770877054?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/7797495004770877054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=7797495004770877054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/7797495004770877054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/7797495004770877054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2008/02/dear-important-people-please-spare-your.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-6445862410962066433</id><published>2008-01-02T08:35:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T08:39:15.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miso'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miso Soup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Japan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;MISO SOUP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;YANG LEZAT NAN BERGIZI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sejarah Miso dan Perkembangannya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pada khasanah makanan Jepang, sup miso merupakan salah satu hidangan wajib yang disajikan pada saat sarapan, atau sebagai makanan pembuka (appetizer) di kala santap siang dan santap malam. Bahan dasarnya adalah miso yang terbuat dari pasta kacang kedelai hasil fermentasi. Menurut cerita, miso hadir di Jepang berasal dari Cina.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, miso hanya disajikan sebagai makanan utama oleh para biksu Budha dan para bangsawan. Namun pada periode Nara (710 – 784 M). Belakangan pada Jaman Muromachi (1392 – 1573), berkembang menjadi hidangan yang populer bagi kalangan kebanyakan.&lt;br /&gt;Pada abad ke 17, produksi industri yang massal untuk miso dimulailah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Perkembangan miso selanjutnya adalah berupa variasi dari miso dasar yang ada menjadi miso yang menyesuaikan dengan daerah dimana miso itu berada. Hal ini terjadi karena ketergantungan pada bahan baku yang ada di daerah setempat, kondisi cuaca dan iklim serta kebiasaan makan pada tiap daerah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Akibatnya, hadir berbagai ragam miso seperti shiromiso yang berasal dari Kyoto, hatchomiso yang berasal dari Propinsi Aichi dan sekitarnya, juga miso Shinshu yang dibuat di Propinsi Nagano. Miso Shinsu merupakan hidangan miso yang paling banyak disajikan saat ini.&lt;br /&gt;Saat ini ada sekitar 1300 pabrik penghasil miso di Jepang, dan mereka menghasilkan 520.000 ton miso setahunnya. Sebagian besar dikonsumsi di Jepang dan hanya sekitar 6.200 ton saja yang diekspor. Konsumsi per kapita miso di Jepang adalah 4,1 kg (dalam bentuk pasta, kalau dibuat sup maka beratnya bertambah karena adanya air kuah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tipe dan Klasifikasi Miso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam miso dan ada beragam cara juga untuk mengklasifikasikan miso.&lt;br /&gt;Yang paling mudah untuk klasifikasi tersebut adalah dengan mengetahui apa materi pembuatnya. Beragam miso meliputi yang dibuat dari beras, barley dan kedelai. Kedelai dan garam merupakan bahan utama untuk berbagai miso. Saat beras yang difermentasi ditambahkan pada pembuatan miso, dia berubah menjadi miso kome dan dengan cara yang sama, saat fermentasi barley ditambhakn, maka dia disebut dengan mugi miso. Untuk miso mame adalah kedelai yg difermentasi.&lt;br /&gt;Walaupun 80% miso di Jepang adalah miso kome, namun mereka berbeda dalam rasa dan warnanya, dan bervariasi bergantung pada area dimana dibuat, seperti rasa manisnya, asinnya, warna merah dan putihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Miso Sebagai Makanan Yang Sehat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Miso dapat berfungsi sebagai anti kanker dan telah diangkat fungsi tersebut beberapa tahun belakangan ini. Ini merupakan hasil studi epidemiologi pada tahun 1981 yang menunjukkan bahwa miso dapat membantu penyembuhan kanker di perut dan konsumsi miso secara konstan pada hewan dapat membantu mereka melawan kanker liver.&lt;br /&gt;Percobaan pada hewan juga menunjukkan bahwa ekstrak miso utamanya protein dan gula, bekerja menurunkan tekanan darah. Sehingga, makan miso secara konstan direkomendasikan untuk menambah asupan kalsium dan magnesium yang membantu melawan tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;Bahan kedelai pada miso, dianggap efektif untuk menurunkan kolestrol dan tidak berubah kemampuannya walaupun diproses menjadi miso. Secara medis telah dikonfirmasi bahwa SSMP-saponin, yang merupakan pembentuk utama kedelai, mengurangi oksigen aktif yang menyebabkan penyakit dan penuaan. Miso, bersama dengan shoyu (kecap kedelai) dan natto (kedelai fermentasi), merupakan bahan makanan anti alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan diintisarikan dari Japan Miso Promotion Board, pada FHA 2006 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-6445862410962066433?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/6445862410962066433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=6445862410962066433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/6445862410962066433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/6445862410962066433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2008/01/miso-soup-yang-lezat-nan-bergizi.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-9190917089519771198</id><published>2007-12-27T20:34:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T08:58:41.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Branding Everything'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brand Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Branded'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='City Branding'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Branding Usaha Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pentingnya Branding yg Tepat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;BRANDING&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;EVERYTHING IS BRANDED&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Prakata&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada artikel di BusinessWeek edisi awal Juni 2007 dibahas mengenai masalah besar yang dihadapi oleh Hyundai, perusahaan otomotif asal Korea. Menurut hasil penelitian Initial Qulaity Study oleh J.D. Power membuktikan kualitas mobil-mobil Hyundai diatas Toyota dan Honda, hanya dibawah Lexus dan Porsche. Namun hanya 23% pembeli mobil tahun 2006 yg mau mempertimbangkan merek Hyundai dibanding 65% untuk Toyota dan 50% untuk Honda (ini untuk pasar Amerika Utara). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Lihat tabel berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Index Fokus Riset Hyundai Toyota Honda&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kualitas tinggi &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Initial Quality Study JD Power No. 3 No. 4 No.6&lt;br /&gt;Konsumen yg mau membeli&lt;br /&gt;Calon pembeli yg mempertimbangkan &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;merek tsb (2006) 23% 65 % 50%&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Padahal Hyundai sudah melakukan berbagai kiat untuk menarik pembeli seperti : menarik Steve Wilhite mantan SVP Global Marketing Nissan dan Volkswagen dan Apple Computer Inc. Model-model terbaru banyak dikeluarkan dengan kualitas dan desain yg luar biasa bagusnya plus aneka diskon, naumn stok barang terus menumpuk di gudang.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riset oleh biro iklan Goodby, Silverstein &amp;amp; Partner terhadap 200 responden penguji diperkenalkan mobil crossover Veracruz tanpa logo Hyundai. Pengujian dilakukan dengan teliti. 71% mengatakan bahwa mereka tidak ragu untuk membelinya. Namun saat logo Hyundai dipasang, angka tersebut menciut menjadi 52%. Dalam penelitian yg sama, logo Toyota justru melejitkan niat membeli mencapai 90%.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Kasus Hyundai tersebut dapat memberi gambaran mengenai pentingnya membangun brand yang kuat namun kenyataannya banyak pebisnis, terutama yang usahanya terlanjur besar karena fasilitas proteksi pasar di masa lampau tidak memahami pentingnya membangun brand. Padahal di dalam branding sebenarnya nilai suatu usaha / bisnis itu berada. Waktu Sampoerna dibeli oleh Philip Morris Corp. seharga 18 triliun rupiah, asset fisiknya cuma 6 triliun rupiah. Artinya sisa 12 triliun rupiah adalah nilai dari merek-merek yang dipegang oleh Sampoerna seperti Jisamsoe, A Mild, Sampoerna Hijau, dsbgnya. Maka bisa jadi Gudang Garam saat ini sudah diincar oleh Japan Tobacco senilai 2 kali harga jual Sampoerna. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Orang Amerika Serikat paling menyadari pentingnya kekuatan branding. Negara tersebut adalah negara dengan jumlah utang terbesar di dunia. Namun tidak sedikitpun bangsa tersebut grogi akan besarnya hutang yang dimiliki. Mengapa? Karena di negara tersebut segudang merek-merek besar bercokol.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sebutlah Coca Cola yang dinilai 70 miliar US dollar alias hampir 700 triliun rupiah. Belum lagi kalau kita bicara Microsoft yang dimiliki oleh Bill Gates, manusia terkaya sejagat. Juga perusahaan mesin pencari (search engine) di internet, Google, yg nilainya seharga semua kapitalisasi pasar emiten yang ada di BEJ. Masih ada lagi merek kelas dunia seperti Disney, Pepsi Cola, Citibank, Kentucky Fried Chicken, Amazon.com dsbgnya, yang kalau 10 merek besar saja dijual, maka kemungkinan seluruh hutang Amerika Serikat bisa lunas. Ini semua terjadi karena pemerintahan di sana menyadari pentingnya membangun dan menjaga brand supaya tumbuh mendunia, sehingga perekonomian bangsa terjaga aman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bagaimana dengan di Indonesia? Isu mengenai sikap pemerintah mendukung proses branding masih menjadi tanda tanya besar. Cara berpikir orang kita yang kalau melihat sesuatu secara jangka pendek, tidak membuat kehadiran suatu brand bisa bertumbuh dengan baik. Brand-brand besar yang ada di sini sepenuhnya merupakan usaha keras pihak swasta untuk membesarkannya. Belum lagi masalah pembajakan brand yang cukup marak sehingga membuat ketakutan banyak pihak untuk mengambil posisi berjuang habis-habisan untuk branding.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Perlu Branding?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Brand yang kuat akan memberi efek kepercayaan produk yang kuat sehingga orang bersedia membayar lebih mahal daripada brand lainnya walaupun suatu produk bisa jadi sama persis kualitasnya. Anda akan tampil lebih yakin saat tahu jass yang anda pakai mereknya Hugo Boss, namun saat brand yang menempel dicopot dipasangkan merek Ogah Bos, apakah masih anda berjalan dengan mantap?&lt;br /&gt;Brand yang kuat akan memberi aliran keuangan yang sehat bagi perusahaan. Dengan aliran kas yang bagus, maka perusahaan punya dana untuk riset pengembangan produk, untuk berpromosi secara massif dan memperoleh kredit mudah dari banyak pihak. Belum lagi negosiasi dengan distributor dan supplier akan semakin baik posisi pemilik brand. Maka brand yang kuat akan memberi rasa percaya diri bagi pihak yang memegang brand tersebut untuk terus tampil memberikan yang terbaik&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Memulai Branding ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ilmu marketing yang berkembang secara pesat menghasilkan banyak sekali teori-teori untuk formulasi brand building. Sayangnya banyak orang yang berpikir bahwa marketing adalah ilmu yang sering disamakan sebagai ilmu selling, padahal bukan hanya itu. Selling sebenarnya adalah akibat pelaksanaan dari program marketing. Selling yang sukses dan menguntungkan serta berkelanjutan adalah akibat strategi program marketing yang terencana dengan baik. Sebaliknya juga banyak orang yang berpikiran bahwa marketing adalah suatu ilmu yang terlalu rumit untuk dipahami dan memerlukan biaya yang besar sementara hasilnya belum jelas ketahuan akan memberi dampak apada peningkatan penjualan atau tidak.&lt;br /&gt;Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya karena adanya konsultan marketing yang menyajikan teori, istilah-istilah dan bahan presentasi yang rumit supaya sang klien berpikir perlu sang konsultan untuk membantunya terus sampai mengerti dan menyiapkan program marketing bagi perusahaannya. Juga secara umum karena sifat orang Indonesia yang pola berpikirnya jangka pendek, maunya serba instant. Padahal setiap hasil yang baik dan langgeng adalah akibat dari suatu proses yang terencana, terukur dan teraplikasi dengan penuh kematangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengupas Berbagai Contoh Proses Branding&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apakah brand itu suatu produk, jasa atau perusahaan? Apakah dia logo, strategi pemasaran atau suatu perilaku? Bagaimanapun dapat diterima oleh siapapun bahwa suatu brand itu bisa nama produk bisa juga nama produsennya. Namun kita bisa berasumsi bahwa “produk” itu tidak semata-mata barang fisik atau entitas tangible, tapi bisa berupa jasa, seperti telekomunikasi atau bengkel mobil.&lt;br /&gt;Menurut Naomi Klein di tulisannya yg berjudul No Logo, brand itu adalah makna / hal yang inti bagi sebuah perusahaan di jaman moderen ini. Branding menggambarkan secara akurat sifat-sifat perusahaan yang paling hakiki di era globalisasi ini, dimana produsen harus bisa menjual produknya kepada pelanggan potensial di dan dari berbagai penjuru dunia yang berbeda bahasanya maupun budayanya.&lt;br /&gt;Brand tidak hanya berarti nama produk. Penyanyi terkenal kelas dunia seperti Madonna misalnya, secara konsisten dikemas, dibranding dan di-rebranding lagi sepanjang karirnya. Hal ini untuk menjaga kelangsungan momentum untuk merekatkan posisinya sebagai penyanyi wanita paling sukses sepanjang masa (lebih dari 20 tahun).&lt;br /&gt;Contoh lain adalah, dimana setelah memegang tampuk pemerintahan Inggris pada tahun 1997, Perdana Menteri Tony Blair melakukan pendekatan untuk Negara Inggris Raya sebagai suatu brand yang harus bisa dipasarkan, yang menghasilkan suatu semboyan “Cool Britain” untuk mempromosikan citra negerinya di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Branding merupakan sekumpulan nilai-nilai inti dari seseorang atau produk, asset atau atribut yang semuanya membentuk identitas. Identitas tersebut merupakan perwujudan visual dari nilai-nilai inti tersebut, pembentukan dari kepribadian yg diinginkan dan dapat berbentuk apa saja. Identitas memberi pedoman segala aspek taksonomis dari suatu merek dagang seperti huruf-huruf atau logo atau gambar atau warna. Juga termasuk hal-hal seperti ethos, suasana, persepsi konsumen yang membalut suatu produk.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Branding Terhadap Usaha Kecil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika bicara tentang branding orang sering mengaitkannya dengan perusahaan besar. Padahal, faktanya adalah bahwa setiap bisnis perlu membentuk brand sendiri agar bisa memenangkan kompetisi. Ini bukan gagasan baru. Bagaimana brand membantu pengusaha membesarkan bisnisnya? Bagaimana juga agar kita bisa membangun brand tanpa biaya besar?&lt;br /&gt;Bisnis apa yg sedang anda tekuni saat ini? Mungkin sebuah usaha yg terbilang sangat kecil. Tetapi apakah kita ingin klien melihat bisnis itu sebagai usaha yg kecil juga? Tentu saja tidak. Kita juga tentu tidak mau memperlihatkan kesan serupa pada kartu nama, kertas surat dan instrumen pemasaran lainnya. Kita harus menampakkan kesan bahwa bisnis kita adalah usaha yang sudah mapan dan memiliki banyak sekali kekuatan.&lt;br /&gt;Sebagian besar dari kita akan lebih suka memilikirkan stabilitas perusahaan sebelum membuat sebuah keputusan membeli. Kalau kita sudah menentukan brand kita dengan logo yang dirancang secara professional, pekerjaan kita untuk membangun kredibilitas di kalangan pelanggan akan semakin enteng.&lt;br /&gt;Membuat desain logo yg elegan dan professional merupakan salah satu elemen penting dari branding. Logo bukan hanya suatu simbol atau gambar, tapi merupakan identitas perusahaan. Logo yang dirancang tepat bisa meninggalkan kesan yang bertahan lama pada klien dan Anda dan pada gilirannya akan membuat akitivitas bisnis kita tidak pernah hilang dalam memori pelanggan. Sebuah logo akan membuat bisnis kita semakin mudah dikenal. Jika kita melihat logo Mercedes, maka ingatan kita akan segera berasosiasi dengan sebuah mobil mewah yang tangguh. Kita tidak perlu berpikir dua kali untuk memikirkan produk apa Mercedes itu. Logo yg baik akan memancarkan sifat dan perilaku perusahaan.&lt;br /&gt;Begitu kita sudah mendapatkan logo untuk bisnis kita, maka akan mempermudah kita untuk menentukan brand. Logo tersebut bisa diletakkan di semua aksesori perusahaan seperti kop surat, kartu bisnis, kemasan, brosur dan sebagainya. Jika kemasan produk kita misalnya dapat dipakai beberapa kali setelah produk kita dipakai/ dikonsumsi, maka akan memberi efek yang besar karena merek pada kemasan tersebut beredar ke beberapa orang. Maka memiliki logo yang dirancang professional menunjukkan komitmen kita terhadap usaha yg dijalankan.&lt;br /&gt;Alat lain yg sangat berguna dalam branding adalah tag line yang ditulis secara ringkas dan mudah diingat. Idealnya tag line kita tidak hanya mengatakan tentang apa yg kita kerjakan melainkan juga tentang USP (unique selling proposition) kita.&lt;br /&gt;Jadi sebuah nilai brand dibentuk oleh sebuah pengenalan, asosiasi, persepsi-persepsi yang membuat sebuah brand mendapatkan “positioningnya”. Repeat order adalah hasil dari sebuah kepuasan dan kepercayaan yg akhirnya melahirkan keyakinan dan kesetiaan (loyalitas) atas brand tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membangun Merek Geografis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adalah tanggung jawab pemerintah sepenuhnya untuk membranding kota-kota yang ada di Indonesia bahkan nama Negara Indonesia sendiri ke manca negara, sehingga sebagai Mega Brand, Indonesia akan memayungi brand-brand produk yang lahir di Indonesia menjadi kuat.&lt;br /&gt;Maka bagaimana kota dikonsepkan menjadi suatu brand yang kuat? Sebenarnya konsep ini sudah berjalan cukup lama dengan menciptakan suatu positioning yang benar atas suatu kota tertentu. Misalnya saja dikatakan bahwa “Palembang itu kota Pempek”. Kalau kita ke kota Malang, maka akan terbayanglah bahwa itu Kota Apel. Bandung? Apalagi kalau bukan disebut-sebut sebagai “Paris van Java” dan “ Kota Kembang” walaupun belakangan sempat santer disebut secara miris yaitu “Kota Lautan Sampah”. Kalau kita ke Bali, maka pulau ini sudah memiliki nama yang mendunia, yang melebihi kepopuleran Negara Indonesia sendiri, yaitu “Pulau Dewata”.&lt;br /&gt;Tidak sedikit orang di dunia yang mendambakan untuk berwisata ke Bali, selain ke Hawaii atau Bahama. Memang sejak terguncang tragedi Bom Bali di Legian pantai Kuta, maka tercipta brand baru yang membuat usaha brand building bertahun-tahun rusak dalam sekejap. Baru saja Bali menggeliat lagi dengan susah payah membangun Bali Recovery, terjadilah Bom Bali seri Kedua lagi di Jimbaran. Saat ini tentunya menjadi masa-masa yang sulit bagi Bali untuk meyakinkan turis manca Negara untuk mengunjungi Bali karena secara psikologis, di benak para turis, apakah Bali masih Pulau Dewata, jangan-jangan Pulau Teroris ?&lt;br /&gt;Gambaran tadi memperkuat suatu pemahaman bahwa membangun suatu brand (Brand Building) merupakan kerja yang keras dan memerlukan suatu perencananaan dan dukungan dari banyak pihak. Tidak hanya Pemda dan penduduk setempat, namun para ahli pemasaran, pariwisata maupun Public Relation perlu dilibatkan untuk membentuk citra yang positif akan suatu produk.&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa daerah / kota telah menjadi brand yang berasosiasi pada suatu kondisi tertentu memang tidak terhindarkan. Namun sering terjadi, banyak kota tidak punya asosiasi yang kuat secara positif. Ini bisa terjadi karena kota tersebut tidak punya suatu perencanaan positioning yang jelas, akan dibawa kemana arah pengembangan kota tersebut secara orientasi pasarnya.&lt;br /&gt;Pencitraan asosiasi kota dengan suatu kondisi atau produk tertentu (ingat Dodol Garut atau Tahu Sumedang? Jangan lupa Durian Bangkok atau Batik Solo !) bisa saja berlangsung secara alami. Namun tetap kalau kita telisik lebih dalam, di sana terjadi proses program pemasaran baik yang terencana maupun secara alami dengan dukungan berbagai pihak secara kuat. Maka jika kita belum mendapatkan suatu pencitraan yang jelas akan kota kita, saatnya yang tepatlah sekarang untuk membentuk citra brand yang kuat, positif dan bertahan lama.&lt;br /&gt;Peranan Riset Dalam Branding&lt;br /&gt;Setelah hasil riset didapatkan maka akan dibuatkan suatu formulasi strategi dan program pemasaran yang memang secara pendekatan sesuai dengan kondisi yang ada dan dibutuhkan bukan sesuatu yang sifatnya trial and error.&lt;br /&gt;Saat semua itu dipadukan dengan kepiawaian strategi Public Relation yang tepat, maka akan diperoleh suatu integrasi program yang bisa diaplikasikan dengan realistis dan efisien namun powerful. Untuk itu tidak bisa dipungkiri bahwa setiap program yang dijalankan harus didasarkan pada riset yang kuat sebagai kompas atau alat diagnosis dari suatu strategi. Selanjutnya dengan riset pula bisa dievaluasi kemajuan / hasil dari setiap program. Ini artinya program anda terukur (measurable) sehingga pertanggung jawabannya jelas. Maka kemampuan melaksanakan dan menganalisis riset merupakan bagian strategis dalam proses branding.&lt;br /&gt;Riset yang baik dan benar tidaklah murah, walaupun juga tidak berarti harus mahal sekali. Anda tidak mungkin menyuruh dokter memakai tangan dia saja saat memeriksa sakit Anda. Paling sedikit stetoskop dan alat cek tekanan darah. Semakin berat sakit Anda, maka alat yang diperlukan semakin canggih. Namun percayalah, alat itu memang berguna, bukan buat pamer.&lt;br /&gt;Tanpa riset yang benar dan akurat serta analisis hasil riset yang kuat dan dalam maka kita akan melakukan berbagai program dengan kemungkinan terjadinya kegagalan yang tinggi. Ini bagaikan menembak suatu sasaran tanpa memahami sasarannya sebesar apa, ada di mana dan bergerak kemana. Hati-hati kalau sudah sepeti itu! Kata orang bilang itu namanya kalap! Kalau sudah begitu, jangan-jangan kita sendiri yang kena tembak ! Maka bijaklah memahami dengan cermat kemana uang anda harus dibelanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BRAND ARCHITECTURE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Brand Vision&lt;br /&gt;- the long term goal of the brand (global in the case of brands also marketed outside of Indonesia))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Brand Mission&lt;br /&gt;- how will the brand expand its volume and consumer base, by&lt;br /&gt;offering the consumers what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Brand Role&lt;br /&gt;- what’s the role of the brand in the overall company portfolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Brand Positioning&lt;br /&gt;- how should it be positioned in consumers’ minds&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sustainable Competitive Advantage&lt;br /&gt;- What differentiates the brand from the competition that is distinctive and adds value&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Core Brand Values&lt;br /&gt;- Try to stay with no more than 3 core values&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Brand Promise&lt;br /&gt;a. Rational Benefit&lt;br /&gt;(what is the consumer’s rationale for choosing to use your brand&lt;br /&gt;that he cannot get from other brands)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Emotional Benefit&lt;br /&gt;(what emotional benefit can a consumer get out of choosing this brand eg.&lt;br /&gt;Using Brand X means that I can be confident in any social environment and that my brand reflects well on my judgement, consistent with a discerning and exclusive lifestyle)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Brand promise&lt;br /&gt;(what’s the overall brand promise)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Brand Character / Personality&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Brand’s copy line&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Key image attributes&lt;br /&gt;- Brand to achieve superiority to target brands in which key image&lt;br /&gt;attributes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Target Group&lt;br /&gt;- Demographics (Primary and Secondary, age, SES, blue, grey, white collar) N.B Grey is defined as those with technical skills but who do not qualify as executives or professionals&lt;br /&gt;- Psychographics (Lifestyle, behaviour, attitude, aspiration,&lt;br /&gt;discerning in choice, etc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Target Brands (Competitive Set)&lt;br /&gt;- what brands would Brand X be competing with for its target&lt;br /&gt;consumers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Source of Business&lt;br /&gt;- from which brand/s is Brand X likely to get business from&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Desired Consumer Response&lt;br /&gt;(what do we want the consumer to say about the brand after he has seen&lt;br /&gt;all the advertising and communications)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber informasi :&lt;br /&gt;1. The Fall of Advertising &amp;amp; The Rise of PR by Al Ries and Laura Ries&lt;br /&gt;2. Branding from Brief to Finished Solution by Mono Design, January 2005&lt;br /&gt;3. Majalah Periklanan dan Marketing serta Komunikasi B&amp;amp;B edisi November 2005&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;4. Pemikiran Pribadi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-9190917089519771198?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/9190917089519771198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=9190917089519771198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/9190917089519771198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/9190917089519771198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2007/12/branding-prakata-pada-artikel-di.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-1067099712467313739</id><published>2007-12-27T20:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T08:49:50.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakery Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Venus Bakery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Roti Boy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krispy Kreme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bogasari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Roti Go'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Holland Bakery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tan Ek Tjoan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J Co Donuts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eaton Bakery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breadtalk'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;BAKERY INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahun 2008 Akankah Tetap Menjanjikan?&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kurun 5 tahun belakangan ini, usaha bakery di Indonesia menikmati pertumbuhan yang menggiurkan. Pada tahun 2006, Food Hotel Asia merelease angka bahwa pertumbuhan tertinggi usaha bakery di Asia diraih oleh Indonesia, yaitu sebesar 34%. Angka yang membuat mata para pemain usaha bakery manca negara terbelalak. Tidak mengherankan pemain-pemain top dunia menyerbu masuk, termasuk pemain yang dulu pernah hengkang seperti Burger King, melihat pertumbuhan pasar yang menarik, kembali masuk ke Indonesia melalui Mitra Adi Perkasa (MAP). Belum lagi pemain baru seperti Krispy Kreme (anak perusahaan MAP juga) dan Breadtalk yang fenomenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Pasar Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dihuni sekitar 220,5 juta orang, 300 etnis, 85% muslim. Per kapita GDP (Gross Domestic Product) sebesar US$ 4,458, merupakan urutan ke 6 dari 10 negara ASEAN. Usia median di 29 tahun dan harapan hidup pada 70 tahun. Pertumbuhan ekonomi sebesar 7% di tahun 2007 (menurut Riset Konsumen AC Nielsen 2006-2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Indonesia begitu terintegrasinya dengan preferensi konsumen berbanding lurus dengan kelompok pendapatan daripada dengan kondisi lokasi geografisnya. Distribusi dan pemasaran merupakan hal yang rumit karena kondisi negara kepulauan dengan infrastruktur yang sangat timpang. SES C (pengeluaran Rp 700.000 s.d Rp 1,5 juta per bulan) merupakan yg terbesar yaitu 48,5%, yang merupakan target utama bagi setiap produk yang dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 kota di luar Jawa yang dihuni oleh lebih dari 1 juta penduduk, yaitu Makassar, Palembang dan Medan. Akibatnya kegiatan ekonomi menumpuk di Jawa dan di ibu kota propinsi yang padat tersebut. Di Jawa, kondisi prasarana dan sarana apapun tersedia dengan baik (tidak heran pulau ini dihuni 59% penduduk) sementara di luar Jawa, jalan dan listrik banyak yang belum siap. Akibatnya kegiatan industri dan perdagangan juga akan berpusat pada area-area yang siap menunjang kebutuhan mereka dalam berproduksi dan menyalurkan produknya.&lt;br /&gt;Menurut riset AC Nielsen tahun 2006/2007, mie instant merupakan produk makanan (bermerek) yang dikonsumsi paling tinggi. Ada sekitar 1,85 juta titik-titik penjualan tradisional, yang tumbuh 6 % sampai 9% per tahun, sementara pasar retail modern tumbuh 20% per tahun. Dengan demikian tidaklah mengherankan, pemain-pemain roti akan berfokus pada lokasi pasar yang pertumbuhannya tinggi dan biaya distribusinya efisien. Dengan kata lain mereka tidak akan bertaruh pada penyebaran di pasar tradisional yang melelahkan dalam proses distribusinya, sementara daya belinya biasa-biasa saja, sementara di pasar modern, distribusi lebih praktis walaupun dikompensasi dengan ongkos sewa tempat yang mahal, namun masih bisa diimbangi dengan dengan daya beli pasar yang kuat.&lt;br /&gt;Roti merupakan salah satu produk yang sangat mengandalkan distribusi yang bagus. Hal ini disebabkan sifat produk yang usianya pendek (maksimal 3 hari sudah menurun kualitasnya) disebabkan kelembaban udara Indonesia yang tinggi. Dengan demikian usaha roti di Indonesia jarang sekali menyebar di banyak propinsi. Pelaku usaha harus menyebar kitchen / sentra produksinya ke beberapa area. Hal ini tidak mudah karena membangun sarana produksi dan memiliki sumber daya (bakers) yang handal tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jatuh Bangun Bakery Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dunia roti di Indonesia terbagi atas beberapa fase yang akan membentuk pula segmentasi pasarnya.&lt;br /&gt;Fase pertama sekitar tahun 1940 sampai 1970an awal. Fase ini ditandai dengan hadirnya roti-roti yang menjiplak habis jenis roti dari Belanda, karena kita masih mewarisi resep-resep mereka. Roti-roti yang dibuat memfokuskan pada aroma susu dan tekstur yang tidak terlalu halus. Ada kombinasi juga dari makanan lokal seperti lemper dan kue-kue berbahan dasar tepung beras / ketan. Mengapa demikian? Karena tepung terigu tidak mudah didapat, harus diimpor dari Belanda, Australia, dan Amerika Serikat. Pemain-pemain yang masih tersisa namanya pada era ini seperti Tan Ek Tjoan &amp;amp; Roti Lauw di Jakarta, Roti Go di Purwokerto. Namun pengusaha roti tradisional terus tumbuh dengan pola penjualan yang sifatnya jemput pasar, dengan menjajakan roti memakai gerobak sepeda. Juga mengandalkan outlet mereka yang sampai sekarang hampir tidak ada perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase kedua sekitar awal tahun 1970an sampai 1990an. Era ini ditandai dengan mulai hadirnya bakery-bakery (outlet penjualan roti yang modern lengkap dengan pendingin ruangan dan showcase). Jenis roti yang ditawarkan sudah mulai mengambil bentuk jenis roti yang agak fashion, sudah mulai kuat rasa manisnya, memakai bahan yang berfokus pada filling (isi) roti. Pada era ini hadirlah bakery seperti Gandy Bakery, French Bakery, Suisse Bakery, Holland Bakery, dan beberapa bakery lainnya yang semuanya berlokasi di sekitar Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada Jakarta. Juga hadir pemain luar yang fenomenal di awal tahun 1990an yaitu Dunkin’ Donuts dan MacDonald. Antrean pembeli memanjang untuk mencicipi donat dan burger, yang di luar negeri dicitrakan sebagai makanan junk food, tetapi di sini jadi makanan gaya hidup kelas atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakery-bakery ini segera menjadi buah bibir bagi masyarakat menengah kota-kota besar lain, dan segera mereka membuka bentuk bakery sejenis di kota-kota besar seperti Surabaya, Medan, Makasar. Era ini bergairah karena hadirnya industry penunjang yaitu pabrik terigu Bogasari di Jakarta dan Surabaya serta Ujung Pandang. Belum lagi industry susu dan margarine serta coklat. Kehadiran industry ini menjamin kelangsungan proses produksi.&lt;br /&gt;Fase ketiga sekitar tahun 1996 – 2002. Era ini ditandai dengan hadirnya industry roti berskala besar dan modern. Hal ini didasari perekonomian yang tumbuh pesat, maka hadirlah pemain-pemain asing masuk ke industry roti dalam skala besar untuk melayani wilayah penjualan yang bukan lagi mencakup kota tapi sampai skala propinsi. Proses produksi dan jalur distribusi yang dipakai sangat modern. Era ini ditandai dengan kehadiran Sari Roti, Sara Lee, Simplot. Liberalisasi perdagangan terigu juga menjadi sinyal positif bagi para pemain roti, karena mereka tidak lagi bergantung pada Bogasari untuk membeli terigu tapi dapat membelinya dari produsen baru seperti Sriboga dan Panganmas juga dari trader yang mengimpor terigu dari Australia, Belgia, Belanda, Perancis dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya tidak mudah menembus pasar roti Indonesia (Jabodetabek) yang agak aneh. Kelas menengah atas tidak teralalu cocok dengan produk roti missal ala Simplot dan Sara Lee yang harganya relative terjangkau bagi mereka. Dengan setia mereka masih tetap membeli dari outlet-outlet bakery kesayangan mereka. Namun di pasar kelas bawah gempuran dari industri roti murah (harga dibawah Rp 1.000 per potong) membuat kedua pemain tidak kuat menahan gempuran. Akhirnya kedua pemain ini bergabung namun tetap tidak bias kembali ke gelanggang permainan. Mereka hanya focus sebagai supplier burger bun bagi Mac Donald. Sementara Sari Roti, dengan konsep roti ala jepangnya (karena sang investor dari Jepang) bias bertahan dengan strategi penyebaran ke modern outlet yang dibantu tim sepeda kelilingnya (hawker). Sari Roti serius menata pemasarannya (branding, distribusi, harga yang bervariasi, produk yang bisa diterima dari sisi rasa) serta investasinya diutilisasi dengan maksimal.&lt;br /&gt;Pada fase ini hadir juga roti-roti mungil yang sering diistilahkan roti unyil, mulai dari Bogor (Venus Bakery) sampai Jakarta dan Sumatera (Purimas Bakery). Mewabah karena konsumen menyukai bentuk yg kecil-kecil dan rasa yang beraneka ragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase keempat dimulai sekitar tahun 2002 dimana ditandai dengan kehadiran roti-roti oriental dari Taiwan. Ciri khas roti ini teksturnya sangat lembut, manisnya sedang, berani menonjolkan topping yang unik, pengunjung bebas menambil sendiri roti yang diminati dan bias melihat proses roti dibuat. Dapur produksi menjadi bahan tontonan dan pameran kebersihan dan proses produksi yang atraktif. Kalau di fase awal kita sering mendengar guyonan bahwa keringat sang baker bercampur di adonan roti sehingga aroma roti jadi nikmat, semata karena kita buta akan proses bagaimana proses pembuatan roti itu berlangsung dan peralatan yang dipakai begitu tradisionalnya. Di fase keempat ini para pemain roti dengan bangga memamerkan peralatan dan proses produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase keempat juga terjadi aktivitas me-too product. Breadtalk yang hadir secara fenomenal dengan roti abon andalannya, segera diikuti dengan hadirnya bakery-bakery lain yang mengambil nama hampir mirip-mirip dan menjajakan produk yang juga hampir serupa. Namun ada pemain lain yang tetap jalan dengan konsepnya sendiri walaupun mengambil pola oriental bread seperti Eaton Bakery dan Jesslyn K Cakes. Mereka tidak terhanyut pada permainan yang dibuat oleh Breadtalk. Namun bagaimanapun harus diakui Breadtalk telah membuat pasar bakery kembali semarak dan menjadi buah bibir. Kehadiran Roti Boy dari Malaysia tidak menggoyang fenomena kesuksesan BreadTalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasanya, sang pemilik Breadtalk yaitu Johnny Andrean tidak berpuas diri dengan Breadtalk. Dia segera membangun produk original andalannya yaitu donut J Co. Produk roti bulat digoreng yang sudah lama hadir dan untuk pasar moderennya dikuasai Dunkin’ Donuts, kembali bergairah. Konsep donut kembali berubah. Toppingnya menjadi beragam, ada almond, madu, green tea, coklat belgia. Donut tidak lagi sekedar bertopping gula kastor atau coklat meses yang membosankan. Tempat jualannya pun dibuat cozy, bahkan menjadi tempat kaum muda dan eksekutif bertemu mitra bisnis. Hadirlah outlet donat lain ynag ingin mencicipi pasar donut yang bergairah kembali. Bahkan Dunkin’ Donutpun segera berbenah ulang lagi dengan merubah konsep outletnya. Jualan donat harus didampingi jualan kopi berkelas sebagai teman makan donat plus tempat yang asyik untuk bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Berikutnya Industri Roti Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita patut menyambut gembira hadirnya pemain-pemain roti inovatif di Indonesia. Kehadiran Roti Boy, Krispy Kreme, Breadtalk, Eaton menambah wawasan kita akan roti-roti berkualitas yang diimbuhi dengan pelayanan yang menawan. Namun jangan lupa, pasar terbesar masih di roti kelas menengah ke bawah yang dijual sekitar Rp 2.500 ke bawah. Produk-produk roti ini dihasilkan oleh produsen dari kelas rumahan sampai industry menengah yang serius menggarap pasar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada problem potensial yang patut diwaspadai oleh para pemain di industry roti. Pertama adalah kenaikan harga terigu yang akan menuju ke Rp 6000 per kg akibat tingginya harga gandum. Kenaikan harga gandum dari Januari 2007 sampai Oktober 2007 saja sudah melewati angka 200% (US$ 175 ke US$ 350 per ton). Belum lagi harga margarine, gula dan susu yang juga semakin mahal. Biaya produksi juga akan semakin mahal seiring dengan rencana pemerintah menaikkan harga gas dan minyak bakar industry. Sulit bagi pemerintah untuk tetap bertahan dengan harga jual yang sekarang, karena harga minyak dunia sudah menembus US$ 95 lebih per barrel sementara budget pemerintah untuk harga minyak adalah US$ 60 per barrel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak kenaikan harga minyak juga akan merambah ke sector distribusi dan logistic. Baik untuk bahan baku maupun barang jadi akan melalui kedua aktivitas sector tersebut. Jangan lupa pengelola pasar modern (mall, plaza, square) pun akan menyesuaikan biaya listriknya ke para tenantnya sehingga service charge outlet di modern retail juga akan meningkat. Maka tidak terhindarkan produsen roti menghadapi pilihan memotong margin laba atau menaikkan harga jual dengan resiko menurunnya penjualan. Keduanya merupakan pilihan sulit namun harus diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen bahan baku roti (terigu, margarin, susu, gula, coklat) bukannya tutup mata dengan kondisi yang ada. Bogasari menaikkan harga jualnya secara bertahap ke pelanggannya sehingga industry makanan berbasis terigu bisa tetap bertahan. Produsen minyak goreng dan margarine juga berani menjual dengan margin tipis di pasar lokal untuk bisa tetap menjaga pasarnya. Namun kondisi tersebut tidak akan ditahan lama karena bagaimanapun mereka harus bertahan hidup juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan target pertumbuhan sekitar 6% di tahun 2008, kita berharap pemerintah serius membelanjakan anggarannya di sector infrastruktur dan pembukaan lapangan kerja baru. Uang yang mengalir ke masyarakat akan membantu menaikkan daya beli. Bagaimanapun dengan mahalnya harga BBM tidak bisa kita harapkan biaya produksi dan distribusi akan turun. Maka kemampuan daya beli konsumen harus mengimbangi kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen roti semacam Breadtalk, McDonald, Krispy Kreme tidak perlu terlalu khawatir akan ditinggal pembelinya, karena segmen pasarnya relative tidak sensisitf terhadap harga produk roti. Para pemain ini hanya perlu menahan diri dalam berekspansi karena market size tidak bertumbuh terlalu baik. Namun bagi para pemain industry roti kelas bawah mereka perlu waspada menghadapi jepitan dari berbagai sisi. Harga bahan baku dan biaya produksi yang tidak terhindarkan akan naik sementara daya beli konsumen mereka semakin menurun dan akan berfokus pada makanan pokok yang murah. Bisa jadi yang akan semakin cemerlang penjualannya pada situasi ini adalah mie instan yang selalu jadi makanan favorit karena terjangkau di kala sulit maupun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga industri roti Indonesia dapat bertahan dan menemukan strategi yang baik dalam menghadapi himpitan problem di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : tulisan ini juga dimuat di Asia Pacific Food Industry edisi Indonesia bulan Jan 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh :&lt;br /&gt;Ir. Petrus Gandamana MM&lt;br /&gt;Managing Director PT. Market Research Partner (MRP) Indonesia&lt;br /&gt;Mantan Marketing Manager di salah satu industri pangan besar Indonesia.&lt;br /&gt;Konsultan &amp;amp; Periset Industri Pangan&lt;br /&gt;HP 0811914420&lt;br /&gt;Email : &lt;a href="mailto:petrusgandamana@mrpindonesia.com"&gt;petrusgandamana@mrpindonesia.com&lt;/a&gt; or &lt;a href="mailto:petrusgandamana@gmail.com"&gt;petrusgandamana@gmail.com&lt;/a&gt; or &lt;a href="mailto:petrusgandamana@yahoo.com"&gt;petrusgandamana@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-1067099712467313739?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/1067099712467313739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=1067099712467313739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/1067099712467313739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/1067099712467313739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2007/12/usaha-bakery-indonesia-tahun-2008.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-3085278010174159044</id><published>2007-02-26T02:27:00.000-08:00</published><updated>2010-07-24T09:12:54.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petrus Gandamana'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/ReK3RwS1qhI/AAAAAAAAAAM/yam0oq3mi0Y/s1600-h/DSC_0141.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035788849003211282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/ReK3RwS1qhI/AAAAAAAAAAM/yam0oq3mi0Y/s320/DSC_0141.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Petrus Gandamana, Ir. MM&lt;br /&gt;Brand &amp;amp; Marketing&lt;br /&gt;HP : +62 811914420,&lt;br /&gt;Email &lt;a href="mailto:petrusgandamana@yahoo.com"&gt;petrusgandamana@yahoo.com&lt;/a&gt; or &lt;a href="mailto:petrusgandamana@gmail.com"&gt;petrusgandamana@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan Teknik Industri dari Institut Teknologi Indonesia ini begitu selesai kuliah tahun 1993 diserahi tugas untuk menangani pekerjaan di bidang perencanaan sebuah pabrik makanan dan desain organisasinya. Bidang usaha yang ditanganinya adalah pabrik makanan beku untuk ekspor ke Jepang yg berlokasi di Ungaran Semarang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengalaman selama tiga tahun dalam membangun dan mengelola pabrik makanan berstandar tinggi, karena target pasarnya ke Jepang, membuatnya memahami bahwa mempersiapkan dan mengelola sumber daya manusia yang berdisiplin tinggi adalah salah satu kunci utama untuk dapat menembus pasar yang persyaratannya ketat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atas keberhasilannya meraih kepercayaan pelanggan di Jepang maka jabatan pimpinan perusahaan dipegangnya (1994 – 1996) walaupun usianya masih tergolong muda pada saat itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun nalurinya sebagai seorang Salesman dan Marketer membuatnya memutuskan untuk berganti haluan karir. Awal 1997 memulai karir baru sebagai seorang salesman untuk produk-produk interior kelas atas dari Jepang. Sambil membina karier sebagai seorang salesman Petrus memperdalam pengetahuan pemasarannya dengan kuliah S2 bidang pemasaran di Universitas Tarumanagara selama 2 tahun (1997-1999) dan berhasil lulus dengan peringkat kedua terbaik. Pengalamannya sebagai salesman yang dibantu pengetahuan marketing yang kuat, menarik dirinya bergabung ke Indofood Sukses Makmur divisi terigu Bogasari Flour Mills. Jabatan yg diisi adalah Asisten Manager Penjualan ke Industri Besar. Bergabung dalam team bersama Philip S. Purnama, mantan Direktur Indofood yang disegani di dunia pemasaran. Selama 3 tahun di jabatan tersebut, volume penjualan produk Bogasari di pangsa pasar pabrik biscuit naik rata-rata 75% pertahun di tengah persaingan pasar yg ketat karena serangan terigu impor murah dari China dan India serta Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi ini mengatarnya untuk dipromosikan menjadi Manager Product Group, jabatan yang memberinya tanggung jawab atas segala aktivitas pemasaran dan riset pasar seluruh produk Bogasari. Bersama Philip S. Purnama pula Petrus membangun program-program agar commodity products menjadi branded products untuk mendapatkan keunggulan harga premium.&lt;br /&gt;Tugas-tugas utama yang diembannya adalah :&lt;br /&gt;1. Brand Management (concept, strategy, implementation)&lt;br /&gt;2. Advertising and Promotion Planning and evaluation (TVC dan berbagai promosi lainnya )&lt;br /&gt;3. Market Research&lt;br /&gt;4. Product Development Leader&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keberhasilan utamanya adalah melakukan kerjasama Co Branding dengan pelanggan-pelanggan yg memiliki merek kuat. Selain itu juga berkolaborasi dengan supplier gandum dari Australia untuk memasang logo “AWB White Wheat” di kemasan terigu Bogasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan prestasi lainnya adalah berkontribusi membantu Bogasari meraih ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award for Segitiga Biru Brand) sebanyak 3 kali. Memenangkan Marketing Award 2006 for Best IT in Marketing and The Best in Experiential Marketing. Juga membantu Brand Segitiga Biru metaih Top Brand Award 2007. Secara signifikan meningkatkan brand awareness Cakra Kembar dan Segitiga Biru dari 80% ke 93%. Juga membantu peningkatan konsumsi terigu nasional dari 12 kg per kapita menjadi 16 kg per kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensinya adalah :&lt;br /&gt;Brand Management. Perencanaan dan implementasi strategi untuk :&lt;br /&gt;§ Meningkatkan customer's loyalty&lt;br /&gt;· Meningkatkan market consumption&lt;br /&gt;· Meningkatkan market size&lt;br /&gt;· Mengatur perencanaan Brand portfolio&lt;br /&gt;· Mengatur Brand architecture, brand guidelines and packaging design&lt;br /&gt;Analisis market trends, product portfolio performance, competitor's performance dan mengajukan usulan serangan ke kompetitor.&lt;br /&gt;Perencanaan dan implementasi Advertising and Promotion&lt;br /&gt;Perencanaan dan pelaksanaan Market Research&lt;br /&gt;Pembuatan Budget untuk melaksanakan Marketing Programs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Petrus juga dipercayakan untuk pengembangan produk-produk special Bogasari, seperti tepung untuk beberapa bakery papan atas dan tepung lainnya yaitu Tepung Ubi Jalar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pelatihan dan seminar yang pernah menampilkannya adalah :&lt;br /&gt;1. Instruktur kursus Bakery Management di Bogasari Baking Center, Jakarta. Kelas kursus : Marketing pada tahun 2001 sampai 2003.&lt;br /&gt;2. Pembicara untuk Seminar Trend &amp;amp; Peluang Usaha Makanan Berbasis Terigu di Indonesia di Politeknik Pangan Universitas Lampung, 6 April 2006.&lt;br /&gt;Pembicara Seminar Makanan Etnik Jawa Barat oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, 16 Mei 2006.&lt;br /&gt;Presenter Marketing Award 2006 mewakili ISM Bogasari Flour Mills, dan sukses meraih Award in Best In Experiential Marketing and Best Information Technology in Marketing, pada 14 Juli 2006. Membantu pencapaian Top Brand Award 2007 untuk brand Segitiga Biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus juga merupakan salah satu peraih Best Achiever Performance selama dilaksanakannya kelas Executive Development Program oleh Asian Institute of Management Manila, Philippine di tahun 2005. Training-training teknikal dan management serta marketing secara intensif diikutinya, baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar negeri (Australia, Jepang, Singapura, Kanada, Filipina, China, Hongkong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang mendalam di dunia marketing dan salesmanship selama 7 tahun di Bogasari dan 3 tahun di perusahaan sebelumnya, merupakan bekal baginya dalam menganalisis hasil-hasil riset pasar yang dapat diformulasikan dalam suatu strategi pemasaran yang :&lt;br /&gt;a. powerful&lt;br /&gt;b. efektif&lt;br /&gt;c. efisien&lt;br /&gt;d. measurable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian para mitra pelanggan yang bekerjasama dengan Petrus di PT. MRP Indonesia akan merasakan bahwa setiap ide program yang disampaikannya adalah realistis namun kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-3085278010174159044?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/3085278010174159044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=3085278010174159044' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/3085278010174159044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/3085278010174159044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2007/02/petrus-gandamana-ir_26.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/ReK3RwS1qhI/AAAAAAAAAAM/yam0oq3mi0Y/s72-c/DSC_0141.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-116488612605619847</id><published>2006-11-30T03:15:00.000-08:00</published><updated>2007-02-26T02:43:31.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kulinari Fenomenal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pempek Palembang'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/ReK5ggS1qiI/AAAAAAAAAAY/-EJZ-vRnOI4/s1600-h/DSC00800.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035791301429537314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/ReK5ggS1qiI/AAAAAAAAAAY/-EJZ-vRnOI4/s320/DSC00800.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pempek Palembang : Kulinari Fenomenal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Gbr.1 : Aneka pempek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Palembang, pempek tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Makanan yang terbuat dari campuran ikan, pati tapioka (sagu), dan bumbu penyedap serta ditemani dengan kuah pedas manis asam cuka, seolah-olah sudah merasuk dalam segala aktifitas kehidupan mereka.&lt;br /&gt;Saat pagi menjelang, pempek sudah mulai dikonsumsi, saat makan siang mereka bisa tidak mengkonsumsi nasi selain hanya makan pempek atau produk turunannya seperti tekwan atau model, saat sore hari mereka isi dengan makan pempek, sampai saat malam pempek bisa jadi merupakan salah satu menu juga. Pempek disajikan mulai dari hotel berbintang sampai di-emper-emper pinggir jalan atau long-lorong sempit gang yang kumuh. Pempek dibuat oleh produsen kelas restoran atas sampai kelas usaha rumah tangga. Harga dan rasanya juga bervariasi sesuai kantong dan selera kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis dan Bahan Pempek&lt;br /&gt;Pempek ternyata ada beberapa macam. Yang umum kita ketahui adalah pempek yang dimakan dengan kuah cuka (orang Palembang menyebutnya "cuko"). Untuk jenis pempek ini sesuai dengan bentuk dan isinya maka ada yg namanya : telor, lenjer, bulat (adaan), kulit (kulit ikan), pastel (isi pepaya serut) dan tahu. Juga ada yg namanya Kapal Selam, pempek cukup besar yang isinya telor. Jika pempek dimakan dengan soun, mie, tahu dan ditaburi ebi kemudian disiram kuah cuka maka diberi nama Rujak Mie. Ada lagi Lenggang yaitu pempek kosong (lenjer) yang dipotong kecil-kecil, diaduk dengan telor mentah kemudian digoreng ala telor dadar dan disiram kuah cuka.&lt;br /&gt;Juga ada jenis pempek yang namanya Tekwan, berupa pempek kecil-kecil dan agak kenyal dihidangkan dengan kuah kaldu udang dan jamur. Rasanya gurih, sedap dan menantang lidah kita. Juga ada Model, yaitu pempek besar isi tahu yang dihidangkan dengan kuah kaldu udang dan soun. Jika dicoba sekali, maka pasti bisa ketagihan, maklum rasanya sangat khas, dan gurih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr.2 : Tekwan yg menggugah selera sedang disajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pembuatan pempek ada berbagai variasi. Untuk pedagang tertentu ada yg sangat fanatik memakai ikan Belida, yang merupakan ikan yg sudah langka dan harganya mahal (1 kilogram sekitar Rp 80.000). Contohnya toko Pempek Eng di jalan Dempo. Daging ikan Belida yang sudah dihaluskan dicampur dengan sagu Cap Tani, yang merupakan sagu termahal saat ini (25 kg sekitar Rp 300.000). Pempek Eng masuk kategori Premium, harganya mencapai Rp 3.000 per buahnya, namun pembeli tetap sering kehabisan. Konon beberapa pejabat tinggi pusat dan daerah serta artis fanatik dengan Pempek Eng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. 3: Proses pembuatan pempek dari ikan Belida di Pempek Eng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pedagang yang memakai ikan Gabus. Salah satu toko pempek ikan Gabus yang menjadi ikon adalah pempek Pak Raden. Juga ada pedagang yang memakai ikan Tenggiri seperti pempek Nony 168 yang juga terkenal. Ikan Tenggiri yang dipakai adalah yg kelas satu dan didatangkan dari berbagai daerah pantai seperti Riau, Lampung dan Jambi. Pempek kelas menengah ke atas rata-rata memakai sagu Tani dari Bogor karena warnya putih bersih dan kekenyalannya bagus. Per sak 25 kg bisa mencapai Rp 300.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pempek kelas ekonomis, maka mereka memakai ikan belut dan ikan gabus yang harganya murah sekitar Rp 20.000 / kg. Sagu yang dipakai juga sagu kelas ekonomis seperti merek 99. Hampir semua pembuat pempek sepakat memakai Sasa sebagai vetsin andalan mereka. Tidak peduli penjual pempek kelas atas sampai kelas lorong-lorong kumuh, semua merujuk pada vetsin merek Sasa. Kata mereka rasanya lebih "berani" alias gurih sekali dibandingkan vetsin merek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuko-Cuko-Cuko !&lt;br /&gt;Bahan kuah cuka juga sangat menentukan apakah toko / kedai pempek bisa sukses atau tidak. Umumnya kuah cuka komposisinya adalah : air + gula jawa/ gula aren, cabe rawit yg dihaluskan, bawang putih juga dihaluskan, ditambahkan cuka meja. Ada juga yang memakai asam jawa, namun daya tahannya tidak bisa lama. Setiap pedagang memiliki persentase dan resep rahasia atas komposisi bahan-bahan kuah cuka serta bahan-bahan pembuat pempek. Yang ahli makan pempek, bisa membedakan rasa cuko yang bervariasi komposisinya tersebut. Kadang-kadang pempek yang biasa2 saja, saat ditemani dengan cuko yg pas enak maka akan laris dikunjungi. Di Palembang, menghirup kuah cuka pedas sambil menikmati pempek adalah hal yg wajar-wajar saja, bahkan di pagi hari sekalipun sementara bagi kita yg tidak terbiasa bisa sakit perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antar Penjual Pempek&lt;br /&gt;Anehnya, diantara para pembuat pempek tidak ingin mencicipi pempek saingannya untuk uji banding. Mungkin mereka sudah yakin dengan resep mereka yang sudah ada penggemarnya, sehingga kalau mencoba produk pesaingnya bisa terpengaruh dengan resep pesaing. Namun diantara mereka saling menghormati penjual pempek pesaingnya dan mengatakan setiap pedagang punya ciri khas masing-masing. Bagi kita yang awam dengan dunia pempek, maka mungkin agak susah juga merasakan perbedaan itu. Tapi yang pasti, pemilihan kualitas ikan dan komposisinya pada adonan pempek akan menentukan kualitas pempek itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Beberapa Pengusaha Pempek Top Palembang&lt;br /&gt;1. Pempek Pak Raden&lt;br /&gt;Usaha pempek mulai dijalani oleh Ibu Hajjah Nurhasanah 25 tahun yang lalu. Saat itu pempek yang pertama kali dijual adalah pempek Dos, yaitu pempek yang tidak memakai ikan, hanya campuran sagu, terigu (orang Palembang menyebutnya "gendum") dan bahan penyedap (vetsin).&lt;br /&gt;Namun untuk bisa menjual dengan harga bagus maka pempek ikan adalah produk yang harus dijual karena sudah diterima lidah secara luas. Seiring perjalanan usaha, ketekunan bu Nur, demikian beliau biasa disapa, mulai membuahkan hasil. Cabang pertama di buka di kota Jambi, kemudian ke daerah Depok Jakarta, baru dibesarkan total di Palembang. Saat ini cabangnya ada di Batam juga. Outlet terbaru di daerah Bintaro Jakarta baru saja di buka awal Juni 2006.&lt;br /&gt;Jika kita berkunjung ke Palembang, maka satu-satunya tempat berjualan pempek termewah adalah pempek Pak Raden di jalan Jend. R. Sukamto. Dilengkapi AC dan interior yang mewah, maka resto pempek itu menjadi wajib dikunjungi. Pedagang pempek yang lainpun mengakui kebesaran nama Pempek Pak Raden.&lt;br /&gt;Gbr. 4 : Ibu Nurhasanah, pemilik Pempek Pak Raden &amp;amp; Bogasari Team&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pempek Eng&lt;br /&gt;Usaha pempek Eng dijalankan sepenuhnya oleh Ibu Indrawati atau biasa disapa Cik Eng. Sosok yang ramah ini sangat tekun dalam membuat pempek. Pada usia 50 tahun lebih dia masih menyiapkan adonan pempek sejak jam 2 pagi dengan dibantu beberapa asistennya. Pempek Eng hanya membuat pempek dari ikan belida. Penulis sempat melihat bagaimana ikan belida utuh dihaluskan menjadi pasta ikan untuk selanjutnya diolah menjadi adonan pempek. Ciri khas ikan belida pempek Eng membuat pempeknya sering menjadi incaran oleh-oleh wisatawan di Palembang. Sayangnya Cik Eng bukan orang yang ngoyo, sehingga sering pesanan dalam jumlah besar ditolak. Baginya bisa keluar negeri 2 kali setahun dan setiap minggu berolah raga hash (jalan lintas alam) sudah lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pempek Candy&lt;br /&gt;Pempek ini memakai bahan ikan tenggiri kelas satu. Rasanya sangat legit dan gurih Coba saja pempek bulatnya, maka aroma pempek kelas satu dengan rasa ikan tenggiri berkualitas akan mengisi langit2 mulut. Pempek Candy sudah memasang sertifikat Halal. Ada 5 cabang yg tersebar di Palembang dan Jambi. Namun yg terbesar ada di Jl. Sudirman Palembang. Pempek Candy juga merupakan sasaran bagi pemburu oleh2 dari luar kota yang ingin memberikan kepada sanak saudara atau dimakan sendiri. Rasa yg khas pempek Candy menjadi daya tarik pempek ini bagi para peminatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pempek Dos, Alternatif Baru Pempek&lt;br /&gt;Selain pempek dengan bahan dasar tepung sagu, sebenarnya juga ada pempek yg memakai bahan dasar tepung terigu, yg di Palembang secara khusus disebut pempek "gendum" atau gandum. Pempek ini juga sering disebut pempek dos. Harga jual pepmpek dos ini lebih murah daripada pempek biasa, karena pada umumnya pempek dos tidak memakai ikan atau hanya sedikit ikan, dan harga tepung terigu lebih murah dari tepung sagu. Kalangan pembelinyapun bukan dari kalangan kelas atas.&lt;br /&gt;Namun demikian bukan berarti rasa pempek dos dibawah rasa pempek biasa. Jika dibuat oleh tangan yg ahli, maka rasanya akan sangat enak. Hanya memang sedikit lebih kenyal. Penulis berkesempatan mencoba pempek dos yg dibuat ahli pempek, yaitu Ibu Eng dan Ibu Nurhasanah, pemilik pempek Pak Raden. Keduanya menyajikan hidangan pempek dos yang hampir setara dengan pempek biasa.&lt;br /&gt;Pada saat Festival Sriwijaya Expo, pempek dos sempat diuji coba untuk dijual. Dari hasil riset, kepada para pengunjung diperoleh informasi bahwa mereka tidak bisa terlalu merasakan perbedaan pempek dos dengan pempek biasa. Namun jika dibandingkan dengan pempek kelas atas yg memakai ikan kelas satu, maka perbedaan itu akan nyata terlihat. Bagaimanapun harga pempek dos yg lebih ekonomis akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli kelas menengah ke bawah yang jumlahnya besar. Ini merupakan peluang yang patut dilirik.&lt;br /&gt;Penjual pempek Dos yang terkenal di Palembang adalah Momoy di Jl. Sayangan Lorong Becak. Pempeknya cukup kenyal dan renyah, kuah cukonya sangat khas dan menantang lidah, pas sekali bersanding dengan pempek dosnya. Ada yg isi telor juga ada yg lenjer dan bulat. Jika tidak mencicipi pempek dos Moymoy ini, maka kita melewatkan kesempatan langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto2 aneka Pempek DOS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar : Pempek dos yang dibuat oleh Ibu Eng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar pempek dos yg dibuat oleh Ibu Nurhasanah, pemilik pempek Pak Raden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar pempek dos yang dijual Moymoy di Jl. Lorong Becak&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-116488612605619847?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/116488612605619847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=116488612605619847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/116488612605619847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/116488612605619847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2006/11/pempek-palembang-kulinari-fenomenal.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/ReK5ggS1qiI/AAAAAAAAAAY/-EJZ-vRnOI4/s72-c/DSC00800.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-116245667472136792</id><published>2006-11-02T00:29:00.000-08:00</published><updated>2006-11-02T00:37:54.726-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1110/4138/1600/IMG_2372.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1110/4138/200/IMG_2372.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc9933;"&gt;Dadan Ramdhan, Profil Juara Yang Rendah Hati&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita melihat penampilannya, maka kita akan menangkap kesan bahwa dia adalah sosok yang agak pendiam, namun ramah. Jika kita gali lebih dalam semua yang ada pada dirinya, maka hanya ada decak kagum saja yang terungkap, bahwa inilah kegigihan seorang anak manusia dalam menekuni dunia kerja yang dicintainya.&lt;br /&gt;Penulis berkesempatan mengungkap profil Dadan saat dia membawa pulang medali emas (di hari ketiga penyelenggaraan sore harinya) yang diraihnya untuk hasil karya Dress the Cake dengan tema Garuda Wisnu Kencana. Terakhir saat menjelang kembali ke Jakarta, di bandara Changi, Dadan berkenan bercerita panjang mengenai perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di Culinary Challenge itu, produk yang dibuatnya adalah sponge cake yang dilapisi coklat berwarna tua, kemudian di atasnya bertengger hiasan yang berasal dari bongkahan coklat juga dipahat berbentuk burung Garuda sedang ditunggangi oleh Sang DewaWisnu. Karya itu dikerjakannya dalam waktu 3 jam di luar pembuatan sponge cakenya yang sudah dipersiapkan dari Jakarta.&lt;br /&gt;Bagi Dadan, memenangkan perlombaan pembuatan kue sudah beberapa kali diraihnya, namun baru di tingkat lokal, yaitu di beberapa ajang Bogasari Expo, ditahun 2000 dan 2002 dia dua kali juara pertama dan memperoleh hadiah ke Kanada, namun tidak bisa dinikmatinya, karena hadiah tersebut dinikmati oleh atasannya, yang merupakan pemilik Anfer Cake, tempat Dadan bekerja. Tahun 2004 dia meraih juara 3, dan juga lagi-lagi sang majikan yang pergi ke China untuk menikmati hadiah tersebut. Hal ini terjadi karena Dadan bertanding mewakli institusi bukan pribadi. Barulah di tahun 2005 kemarin setelah dia menang juara 1 lagi di Bogasari Expo 2005, dia bisa berangkat ke Singapore tahun ini sekaligus berkompetisi di tingkat internasional. Hasil yang diraihnya tidak tanggung-tanggung, sekaligus membuktikan kualitas dirinya, meraih medali emas.&lt;br /&gt;Menurut Dadan, dia tidak ada perasaan akan dapat medali emas, baginya bisa ke luar negeri dan mencoba menjajal kemampuan saja sudah lebih dari cukup. Saat diumumkan bahwa dia satu-satunya dari 17 peserta Dress the Cake yang mendapat Gold Medal, maka rasa haru, bangga dan terkejut bercampur aduk dalam dirinya. Peserta lain di kategori tersebut ada yang mendapatkan Silver Medal 2 orang dan Bronze Medal 2 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc9933;"&gt;Otodidak yang Bersemangat Tinggi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Dadan sebenarnya tidak pernah menempuh pendidikan formal atau kursus kulinari. Selulus Aliyah (setingkat SMU) di Garut pada thun 1989, dia berangkat ke Jakarta mencari nafkah karena diajak temannya. Pekerjaan yang dilakoninya adalah menjadi pegawai gudang perusahaan benur udang. Ternyata istri sang pemilik, juga punya usaha toko kue dan sering memakai area gudang tersebut untuk membuat berbagai kue-kue bagi kebutuhan toko kuenya. Dadan yang suka mengintip pembuatan kue tersebut, ternyata sangat berminat melihat proses pembuatan kue, dan memberanikan diri untuk belajar, namun permintaan diluluskan dengan syarat belajar hanya di hari Sabtu atau Minggu saja.&lt;br /&gt;Perusahaan udang tempat dia bekerja akhirnya tutup karena suatu masalah, namun sang istri pemilik mengajak dia bergabung di toko kuenya untuk jadi pegawai. Hal ini tentu karena melihat kesungguhan diri Dadan dalam belajar dan bekerja. Maka akhirnya resmilah dia menjadi karyawan toko kue Mira, tempat dia mulai menempa dirinya belajar mendalami proses pembuatan kue.&lt;br /&gt;Proses belajar dia serap dari mana saja, dari sang pemilik, rekan kerja yang senior, para supplier yang mendemokan produk-produknya, dimana sikap itu terbukti membantunya meningkatkan kemampuannya.&lt;br /&gt;Tahun 1992 dia memutuskan bergabung dengan Anfer Cake, yang saat itu baru mulai berdiri juga. Bersama sang pemilik dan karyawan 2 orang, dia ikut mengembangkan usaha Anfer Cake, yang saat ini sudah berkembang pesat dan memiliki karyawan 30 orang. Tugas utama Dadan di saat awal bergabung adalah membuat background kue yang dari bahan gabus dan disemprot pewarna. Sikap majikan yang menganggap dia sebagai rekan kerja membuatnya betah dan tanpa terasa sampai kini sudah 14 tahun dia bergabung di perusahaan tersebut. Posisinya saat ini sudah menempati Senior Chef, dan menjadi andalan sang pemilik usaha.&lt;br /&gt;Pada saat bulan-bulan ramainya musim pernikahan (September sampai Desember), per bulan Dadan bisa mengerjakan 120 cake, yang dihiasnya sendiri. Namun di bulan-bulan biasa rata-rata dia mengolah 40 sampai 50 cake per bulan. Sabtu dan Minggu adalah hari kerja tersibuknya, dan Senin adalah hari liburnya. Beruntung sang istri, Ai dan kedua anaknya memaklumi profesi sang ayah. Anak pertamanya sudah sekolah di SMP, sedangkan yang kedua di kelas 5 SD.&lt;br /&gt;Terbersit juga keinginan di hati Dadan, yang sudah memasuki usia 37 tahun, untuk membuka usaha sendiri. Baginya, membesarkan usaha orang lain sudah terbukti sukses, maka mengapa tidak mencoba usaha sendiri. Sayangnya dia masih belum bisa melepaskan kendali pembuatan kue ke orang lain atau istrinya. Waktu pulang kerjanya yang malam hari membuatnya sulit untuk segera memulai niatnya berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Proses Pembuatan Harus Serius&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dadan, saat kita sedang membuat kue hiasan, maka kita harus teliti dan serius. Bagi dia penampilan dan hasil akhir sangat menentukan bagi penilaian orang, karena pada kategori kue ini, rasa kue bukan prioritas utama, dibandingkan penampilan kue itu sendiri. Maka kehadiran alat bantu serta kemauan untuk mencari tahu desain-desain baru juga tidak boleh diabaikan.&lt;br /&gt;Klien-klien yang memesan kue hiasan darinya tersebar di berabagai kota dan pulau. Untuk Garuda Wisnu Kencana sendiri pernah dipesan oleh kliennya yang dari Bengkulu. Bahkan dia juga pernah membuat kue berhiaskan candi Prambanan untuk pelanggannya yang dari Pontianak.&lt;br /&gt;Seorang Dress the Cake spesialis menurut Dadan harus punya jiwa seni tinggi, paduan seniman lukis (untuk desain), pemahat / pematung (untuk proses pembuatannya). Tentunya yang terakhir jiwa seorang ahli kulinari, karena dia harus mencampurkan berbagai komposisi bahan makanan yang aman, enak dan indah dilihat. Anak keduanya menurut Dadan sudah memiliki bakat yang hampir sama sepertia dia.&lt;br /&gt;Bersama Dadan, ahli kue lain yang meraih medali, adalah Yusrianto, yang meraih perunggu di kategori Pastry Showpiece. Yusrianto saat ini bekerja di Bogasari Baking Center Jakarta. Bagi kita mereka berdua merupakan insan-insan Indonesia yang membanggakan, yang membuktikan bahwa manusia Indonesia memiliki talenta yang tidak bisa dianggap sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagaimana disampaikan kepada Petrus Gandamana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;_______________________________________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-116245667472136792?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/116245667472136792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=116245667472136792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/116245667472136792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/116245667472136792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2006/11/dadan-ramdhan-profil-juara-yang-rendah.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36934962.post-116245608866310492</id><published>2006-11-02T00:25:00.000-08:00</published><updated>2006-11-02T00:28:08.670-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1110/4138/1600/Foto%20Spore"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1110/4138/200/Foto%20Spore%2706%20104.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#009900;"&gt;Food and Hotel Asia 2006 : Event Akbar Pelaku Usaha Makanan, Minuman, Hotel &amp; Resto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi pelaku usaha makanan &amp;amp; minuman (F&amp;B) serta hotel &amp;amp; resto (hospitality Industry), maka FHA merupakan event yang tidak boleh dilewatkan sama sekali. Di event yang diselenggarakan dua tahun sekali di Singapore Expo tersebut, kita semua dapat melihat perkembangan dunia F &amp; B, produk-produk dan jasa F &amp;amp; B maupun hotel dan resto dengan selengkap-lengkapnya. FHA 2006 ini memasuki kali yang ke 15 sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 1978.Penyelenggaraan FHA biasanya akan berselang seling tahunnya dengan HOFEX (Hongkong Food Exhibition), dimana di HOFEX fokus produk dan region yang ikut lebih fokus, sementara di FHA lebih luas cakupannya. Belum lagi masih ada Food Exhibition lain yang juga diselenggrakan di tahun yg sama dengan FHA atau HOFEX namun dalam skala yang lebih kecil seperti di Thailand, Shanghai, Vietnam, Malaysia bahkan di Bali. Namun sebagai event yang diakui kelengkapannya, kenyamanan dan efektifitas pameran serta penyelenggaraan, maka FHA tentu sangat diakui.&lt;br /&gt;Bagi yang berminat untuk mempromosikan produk usaha maka event ini tentu juga merupakan kesempatan emas untuk menempatkan posisi produk di tingkat internasional yang disegani. Misalnya beberapa tahun yang lalu saat minuman air mineral Equil dari Indonesia diluncurkan, maka event ini dimanfaatkan semaksimal mungkin. Hasilnya pamor Equil meningkat sekelas dengan merek minuman lain yang sudah eksis dan disegani. Masih banyak beberapa produk Indonesia lainnya yang memanfaatkan FHA sebagai tempat berpromosi yang efektif, walau tak bisa dipungkiri, biaya untuk berpameran di sana cukup tinggi.&lt;br /&gt;Bagi kita yang menggeluti dunia kulinari atau pencinta kulinair sekalipun, maka di FHA kita dapat belajar banyak sekali mengenai perkembangan produk-produk makanan seperti makanan utama (staple foods), snack, confectionary, roti dan kue-kue dengan keragaman bentuk, penyajian maupun cita rasa terkini. Proses pembuatan makanan dan minuman mulai dari hulu sampai hilir beserta peralatan pendukungnya tersedia untuk kita amati, diskusikan dengan pakarnya maupun negoasiasikan untuk dibeli saat itu juga.&lt;br /&gt;Bahkan bagi para professional yang memiliki keahlian menghias kue atau membuat pastry, mereka dapat uji kemampuan di ajang FHA Culinary Challenge. Ada beberapa peserta dari Indonesia yang berlaga di sana mengikuti ajang Pastry Showpiece, Plate Dishes, Dress the Cake, Wedding Cake, Petits Fours Praline serta Desserts. Perlombaan lain yg juga tersedia adalah Fruit and Vegetable Carving serta Ice Carving. Untuk kategori lomba team meliputi Lunch Service, Cold Display, Buffet Lunch Service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Team Indonesia Tampil Mengejutkan di Cullinary Challenge 2006.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Team dari Indonesia ada yang berangkat secara pribadi maupun mewakili institusi, seperti team yang diberangkatkan oleh PT. ISM Bogasari Flour Mills. Team Bogasari terdiri dari 3 rang yang merupakan pemenang di ajang Bogasari Expo 2005. Penampilan dan hasil yang ditunjukkan oleh team Bogasari sangat membanggakan. Yusrianto yang bekerja di BBC Jakarta mendapatkan medali Bronze untuk kategori Pastry ShowPiece. Sedangkan Dadan Ramdhan yang merupakan Chef di Anfer Cake Jakarta mendapatkan medali Gold untuk kategori Dress the Cake.&lt;br /&gt;Hasil karya mereka memang mengundang decak kagum dimana Yusrianto membuat pastry berbentuk naga yang sedang menatap burung Phoenix, sedangkan Dadan membuat cake coklat dengan hiasan bongkahan coklat berbentu burung Garuda yang diberi nama Garuda Wisnu Kencana. Namun peserta dari negara lain juga menampilkan hasil karya yang akan membuat kita menatap tak percaya akan keindahan dan detail yang dibuat oleh mereka. Ada yang membuat patung dari gula berbentuk 3 jendral perang China sedang bertarung dengan Lubu, sebagaimana kisah Romance of Three Kingdom. Ada juga yang membuat patung kue berbentuk seorang Chef sedang membuat adonan kue, lengkap dengan mixer dan timbangannya. Begitu detail dan hidup pembuatan patung kue tersebut, bagai dibuat oleh tangan seniman tingkat tinggi. Belum peserta dari kategori lain yang membuat neka Praline nan cantik dan menggoda mata kita. Gambar-gambar yang ada bias dilihat pada tabloid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;6 Hall Singapore Expo FHA 2006Yang Sarat Informasi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;FHA 2006 mengisi 6 hall yang ada di Singapore Expo. Di Hall 1 dan 2 berisi stand-stand peserta yang berfokus pada produk makanan (Food Asia). Produk yang dipamerkan meliputi additive dan enzyme, Baking Ingredients, Kacang-kacangan, Beer, Minuman dan anggur (wine), biscuit, aneka roti, butter, chese, margarine, cake, frozen foods, sereal,chocolat dan pralines, cocktail, konsentrat, kecap dan aneka saus,dairy products, konfeksionari, buah-buahan, tepung, juice, daging, minyak makanan, pastry, snak, seafood, bumbu dan masih banyak lagi. Yang menyenangkan adalah bahwa selama kita mengunjungi area FHA, kita tidak perlu keluar uang untuk mengisi perut, karena segala macam sample makanan dan minuman dibagikan. Kita akan rugi kalau makan besar karena aneka sample makanan yg diberikan untuk dicicipi jumlahnya mencapai seribu lebih tergantung jenis makanan yang ditawarkan. Kalau hanya menyebut kue dan roti-roti maka hal tersebut masih sebagian kecil saja dari berbagai jenis makanan yang ada. Belum lagi ada rending siap saji, aneka coklat yang mahal dan berkelas.&lt;br /&gt;Jika kita penikmat anggur / wine dan minuman berakohol (spirits), maka silahkan mampir di Hall 3. Dijamin kalau tidak bisa menahan diri, jika kita mencoba semua produk yang ada di setiap stand, kita bisa mabuk. Anggur yang ada mulai dari Negara tradisional penghasilnya yaitu Prancis dan Eropa, sampai pemain yang mengikuti di belaknagnya seperti Australia dan Selandia Baru. Bahkan penulis sempat terperangah dengan hadirnya stand anggur dari Afrika. Rasa anggurnya yg tidak kalah dengan anggur dari Perancis akan membuat kita berdecak kagum. Keunggulan anggur Afrika adalah tanamannya berbentuk semak-semak dan dipetik oleh tangan sehingga memberi kesan handmade. Beberapa kelas anggur yang tersedia, untuk minuman sehari-hari harganya sekitar Rp 65.000 per botol sampai yang kelas mahal sekitar Rp 5 jutaan per botolnya.&lt;br /&gt;Selain anggur, maka Jepang yang terkenal dengan Sake-nya tentu tidak mau ketinggalan hadir. Berbagai macam Sake dengan aneka kemasan yang luar biasa cantiknya (tipikal Jepang memang sangat memperhatikan bentuk kemasan) dipamerkan. Sake diposisikan sebgai minuman yang ingin disejajarkan dengan anggur dalam menikmati berbagai hidangan makan. Penyajian sake ada yang didinginkan, dipanaskan atau di suhu ruang membuat kita menyadari bahwa aneka penyajian tersebut akan membuat cita rasa sake menjadi beragam. Belum lagi dari tipe proses pembuatan yang dibedakan akan menghasilkan jenis sake yang berbeda pula.&lt;br /&gt;Memasuki Hall 4, maka kita akan melihat berbagai produk untuk kebutuhan resto. Aneka furniture untuk keperluan banquete, bar dan resto, berbagai macam mesin pembuat kopi, perangkat makan kristal maupun gelas, perak dan keramik berkelas, aneka pisau potong, deterjen pencuci, peralatan dapur, Juga berbagai rak dan trolley serta seragam kerja dipamerkan. Jika anda bermaksud membuka usaha resto, maka ajang ini akan menyediakan kelengkapan produk dari A sampai Znya tanpa terlewat sedikitpun. Jika anda bingung, maka stand yang menyediakan jasa konsultasi manajemen resto serta perangkat teknologi monitor, kendali, keamanan dan pengamanannya juga tersedia.&lt;br /&gt;Di Hall 5 kita akan melihat berbagai produk kebutuhan hotel, mulai dari air conditioner, peralatan catering, bain marie, sink, aksesori kamar mandi, produk-produk pembersih, grill, dispenser, mesin laundry, metal detector, kitchen counter, refrigerator, vacuum cleaner juga mesin timbang. Jika kita ingin melihat ranjang-ranjang desian terbaru beserta haisan penutupnya, maka di FHA inilah kita akan mendapatkannya.&lt;br /&gt;Memasuki hall 6 yang berada paling ujung, maka kita akan melihat kecanggihan aneka mesin-mesin pengemasan, pembuat kue dan roti (mixer maupun dough processing), laminator, peralatan pembuat pastry dan pizza, moulder dan panner, utensil, alat timbang, slicer dan media penyimpanan. Di area ini kita akan melihat bagaimana produk-produk dimsum diolah tanpa memakai tangan sama sekali (seperti siomai dan pangsit). Berbagai produk mooncake yang cantik-cantik ukirannya ternyata hanya buatan mesin dengan alat cetak yang beragam. Berbagai macam kemasan yang indah, dimana nilai suatu produk dapat terangkat karenanya, tersedia di sini beserta contoh proses pembuatannya. Jangan lupa sekali lagi di sini kita akan kekenyangan mencoba berbagai sample makananan yang ditawarkan untuk diuji cobakan.&lt;br /&gt;Di setiap hall tersebut tersedia area untuk memarekan berbagai produk yang dipertandingkan. Maka kita tentu akan menghampiri aneka macam produk lomba yang di tata sedemikian rupa untuk mengundang kekaguman kita akan detail komposisi letak dan warna serta hiasan / garnihsing yang menarik. Sangat menariknya lagi makanan tradisional kita seperti nasi ulam diperagakan dengan cantik di sana seperti layaknya makanan manca negara lainnya.&lt;br /&gt;Di antara Hall 2 dan 3 terdapat area yang namanya Foyer dimana di area tersebut juga diletakkan berbagai produk Dress the Cake dan Pastry Showpiece yang penulis ceritakan di awal. Di lantai 2 Foyer 1, ada ruangan seminar dimana kita bias mengikuti berbagai tema seminar yang menarik. Ada seminar untuk memperdalam pengetahuan mengenai anggur / wine, seminar mengenai makanan Halal dan sertifikasinya, seminar mengenai Trend Bakery Asia, seminar mengenai teknologi Foodservice dan kualitas pelayanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#993399;"&gt;Prasarana Pendukung Yang Nyaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat Singapura yang begitu disiplin dalam segala hal, maka kita akan terperangah karena menyaksikan bagaimana untuk mendapatkan taksi harus mengantri panjang, khususnya saat jam bubar pameran. Kita tidak perlu khawatir, di hall 6, kita cukup naik tangga escalator, maka sampailah kita di stasiun MRT yang bisa membawa kita ke tengah kota Singapura seperti ke Orchard, atau kalau memang kita ingin bergegas ke bandara, kita cukup sekali naik MRT, dalam waktu 10 menit sampailah kita di dalam terminal 2 Bandara Changi. Jika kita tidak mau bingung atau repot- maka tersedia shuttle bus yang akan mengangkut kita dari berbagai hotel pendukung menuju area FHA tanpa dipungut bayaran.Untuk menghadiri FHA, jika kita bergerak di usaha makanan, maka kita bisa mendaftar 1 bulan sebelumnya lewat internet ke website mereka yaitu FoodnHotelAsia, mengisi berbagai kolom registrasi yang tersedia, dan dalam waktu 3 hari kemudian kita sudah mendapatkan nomor registrasi. Nomor inilah yang kita tunjukkan saat datang ke area FHA, dan akan ditukar dengan name tag dengan memberikan kartu nama kita. Namun jika kita tidak sempat daftar lewat internet, atau bukan pelaku usaha makanan, maka kita cukup membayar Sin$ 80 untuk selama 4 hari pameran plus mendapatkan buku direktori FHA 2006 yang sangat lengkap. FHA berikutnya akan diselenggarakan kembali di Singapura tahun 2008. Namun jika kita sudah tidak tahan menunggu 2 tahun lagi, maka bulan Mei tgl 17 s.d 20 diselenggarkan Thai Food Exhibition atau tahun depan kita bisa menghadiri HOFEX di Hongkong yang juga sangat luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36934962-116245608866310492?l=petrusgandamana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/feeds/116245608866310492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36934962&amp;postID=116245608866310492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/116245608866310492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36934962/posts/default/116245608866310492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petrusgandamana.blogspot.com/2006/11/food-and-hotel-asia-2006-event-akbar.html' title=''/><author><name>Petrus Gandamana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08782784806375117738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T1kVIabakLA/TD0t7YH8PAI/AAAAAAAAAC4/uTRcAxFu0rE/S220/_DSC0524.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
